← Semua Kitab

Yakobus

108 ayat

Mulai Cloze Quiz

Yakobus 1

1

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.

Siri' a yaku owo Yakobus, ata i Amang Kasuruan wo i Apo' Yesus Kristus. Aipaticku en surat anio' a sé sangapulu' rua suku Israel am panangkéian sé maémano a si Yesus Kristus.

2

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Poo-poowku! Sa kamu meta'up i membam-balinaan pangepé'- an, terimano mangé waya en itu ang karapi in arui en até.

3

sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Ampa'paan kailekan iow sa kamu tatap maéman a si Casuruan an tutuw iow meta'up i membam-balinaan pangepé'an, en itu méma' oka icamu makale'tek maéman.

4

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Kamu kasake' le'tek maéman tanu siitu wosama' em paémanen iow wutu-wutul makaketer wo makaleke-lekep wo ra'ica imaina' sapa-sapa.

5

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, – yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Sa awéan esaan ai camu mendam wayapé' im pira eng kapinteran asi Amang Kasuruan owo, aweso taré sia mangilek angé a si Amang Kasuruan. Wo énan-Na oka mai em pinangilek itu. Ampa'paan si Amang Kasuruan mengawéé a sé im pakasa in tou ang karapi ing kasamaan in até, ra'ica mengaimbo'.

6

Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

An tutuw sia mangilek a si Casuruan, musti émanenna mangé em pinangilekna itu, tioo marua-rua até. Si tou marua-rua até, meputé wo in sempa' an ta'sic si ipawali-wali in deges.

7

Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Si tou tanu siitu, tioo mawerot sa sia makéré in sapa-sapa asi Casuruan owo.

8

Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Ampa'paan si tou marua-rua até, em pakawerotna ra'ica le'tek a si Casuruan, siituo eng katouanna ra'ica elur.

9

Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi,

Si poow lengéi esa paémanen a si Yesus, sia itu musti tumirayo sa sia irangka' i Casuruan.

10

dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.

Wo si tou siya' esa paémanen a si Yesus, sia ka'i musti tumirayo sa émaan i Casuruan sia mamuali tou wawa', ampa'paan si tou siya' maka'pu oka kaputé im bungang in dukut maweles rior.

11

Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

Sa si yéndo mantango mai wo em paso' in télangna makatena-tena in dukut, en dukut itu maweles. Ampa'paan in itu em bungangna rumongkor wo maka'pu eng kapasungna. Tanu siituo ka'i sé tou siya', an tutuw éra rumaméji menawo-nawoi masuun in doit keli, séra in esa maté oka.

12

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Pakakamangeno sé tou talesen masaru im pangepé'an wo kasake' maéman a si Amang Kasuruan, ampa'paan kéréanna oka e mahkota ing katouan akar ing kauré-uré si aijanji-Nao a sé tou sé mengaupus ai Sia.

13

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ”Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Sa awéan tou makéré im pangepé'an, tioo cuana, “Si Amang Kasuruano e méé mai im pangepé'an a yaku!” Ampa'paan si Casuruan ra'ica kapangépé'an in léwo' wo Sia ka'i ra'ica kawisa mangepé' a sé tou.

14

Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Sa awéan tou katawéran maéma' in léwo', en itu ampa'paan sia kumiit ing kasalé'anna in esa mengaéma' in léwo'.

15

Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Wo sa eng kasalé'an itu kiniitannao, sia iméma'o ing kamesé-meséaan. Wo sa eng kamesé-meséaan itu icumawasao isia, eng kasiwakanna sia makéré oka im papaté.

16

Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Poo-poow sé icaupusku! Tioo kamu icasélé'kow.

17

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Pakasa sé loor wo lekep, mai an dangka' owo, asi Amang an sorga. Siao e méma' waya sé mengasendot an langit. Sia ra'ica kawisa mawalina, ra'ica tanu in serap wo sé sumesendot, en sendotna ro'na mawalina.

18

Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Kita niéma'-Na mamuali toya-toyaang-Na ang karapi in Taar wutul kumiit ing kasalé'an-Na. En itu icasalé'-Na wosama' kita mamuali wuéna kataré-taré asé im pakasa sé niéma'-Na.

19

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Poo-poow sé icaupusku! Musti ta'néien iow in andumoro' sé anio': Sa awéan tou ang karoro'an imaroma' lingan owo em pakuana. Tioo taporak manuwu' wo tioo taporak mae'bow.

20

sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Ampa'paan sa si tou mae'bow, ra'ica kaémaanna en sususuien wutul e méma' in até i Amang Kasuruan arui.

21

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Anaé, itiya'o waya sé ra'ica wutul wo ka'i mentoo mengéma-ngéma' ing kaléwo'an' sé taloso keli itu. Terimano mangé en Taar i Casuruan ang karapi ing ko'kos en até. En Taar si ayusew an até miow awéan kawasa en lumowir icamu.

22

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Tioo kamu asaloke' mengalinga in Taar i Casuruan, taan musti pengaémaan iow. Sa en Taar itu ra'ica pengaémaan iow, en itu meputéke' kamu imuwako in owak iow in esa.

23

Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

Si tou asaloke' iluminga in Taar i Casuruan taan ra'ica pengaémaanna, sia itu tanuoka si tou ruma'da ing giona an dior in cermin,

24

Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

kumawusai sia ruma'da ing giona wo itumela'u in cermin itu, ailupanao tambisa eng giona.

25

Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Taan en tou sé mati'tir in ukum si lumeke-lekep, awéan kawasa e mekar sé tou sé iméma' ing kamesé-meséaan, si tou itu kasake' le'tek an ukum itu wo ka'i pengaémaanna, ra'ica asalo iluminga wo ilupana. Si tou tanu siitu kamangen oka ampa'paan sapa sé paémaanna.

26

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Sa si tou maanggap sia maapo' makiit ing kasalé'an i Casuruan, taan sia ra'ica matéir im ba'ba'na, sia itu imuwako in owakna in esa. Em pakaapo'na itu ra'ica wana torona.

27

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Taan imaapo' im butul wo lekep an dior i Casuruan Amangta, tanu si anio': Tumawang sé toyaang ula wo sé wéwéné balu ang kasusaan éra wo matéir in owak wosama' ra'ica kumiit ing kasalé'an ing kayo'baan anio'.

Yakobus 2

1

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Poo-poowku! Icita anio' tou maémano a si Yesus Kristus, Apo'ta si parayo-rayo wo pasiri-siriin. Tioo kamu masisirke' in tou asalo maséré ing kasiyaan.

2

Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,

En andéanna, awéan si tou siya' mai am paapo'an iow, sia makasondol in cincin mas wo mekarai loor sosor ulit em bééna. Wo muntep ka'i mai si tou lengéi am bitu sia mekarai ra'ica loor.

3

dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: ”Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: ”Berdirilah di sana!” atau: ”Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”,

Si tou mekakarai loor wo sosor ulit em bééna sinungkul iow in sumiri' wo icua miow ai sia, “Mayoo é tuang, lumukuto mai asi palukutan loor anio'” Taan a si tou lengéi itu icua miow, “Tumulungo mio' am bitu!” kuma'pa “Lumukuto mai an salé' anio' an duru im paléakan ing kécéiku!”

4

bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

E niéma' miow itu mamualio tuus sapaoka ra'ica pengapeputén iow masiri' in tou wo tanu mamualio akim ang karapi i mawasa in léwo'.

5

Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?

Poo-poow sé icaupusku! Lingano mai en icuaku anio': Sinisiro i Amang Kasuruan sé tou sé paweroten ing kayo'baan anio' lengéi, wosama' séra masiya' am paémanen éra wo makaanu im bagéan ang kakolanoan-Na tanu si aijanji-Nao a sé pakasa in tou sé mengaupus Sia.

6

Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?

Taan aiséro'ke' miow sé tou lengéi itu. En ulitna sé tou siya'o e maokoi wo makawali icamu am pangadilan.

7

Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?

Séra itu ka'i maojat i Ngaran i parayo-rayo wo pasiri-siriin, taan asi Ngaran ituo, kamu imamuali anu i Amang Kasuruan.

8

Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.

Sa émaan iow en ukum kumataré-taré si aipatic ang Kitap Le'nas, “Mengaupuso mangé sé tou walina, meputé kamu mengaupus in owak iow in esa!”, kamu iméma'o im butul.

9

Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Taan sa kamu masisirke' in tou, kamu iméma'o ing kamesé-meséaan, wo ampa'paan kamu isumangkalo in ukum itu, en tuusna kamu méma'o ing kamesé-meséaan.

10

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Ampa'paan si séi eng kumiit im pakasa in ukum i Amang Kasuruan taan esake' en da'ica émaanna, sia sumangkalo pakasa in ukum itu.

11

Sebab Ia yang mengatakan: ”Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: ”Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Si Amang Kasuruan sumangkumo icumua, “Tioo mengabersina”, icua-Na ka'i, “Tioo mengapaté tou”. Anaé, mandé kamu ra'ica mengabersina taan kamu imatéo tou, en itu meputé wo icamu isumangkalo in ukum i Amang Kasuruan.

12

Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.

Ampa'paano in itu, mareti-retio mangé sa numuwu' wo am pengaémaan. Ampa'paan kamu akimen oka iciit in ukum-ukum sé imekar icamu ang kamesé-meséaan.

13

Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.

Sa an témponao si Casuruan mai makim sé tou, Sia ra'ica kawisa tumuru' ing kaupusan a sé tou sé ra'ica wana kaupusan a sé tou walina. Taan sé tou mengaupus sé tou walina, séra ra'ica makéré in ukumen asi endo pengaakiman.

14

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Poo-poowku! Sa si tou kumua sia maéman a si Casuruan, taan ra'ica pengaémaanna en airu'du' i Casuruan, em paémanenna itu ra'ica wana torona. Ro'na réén em paémanen tanu siitu en lumowir sia?

15

Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

En tuusna tana'i: Awéan poow iow tuama kuma'pa wéwéné ra'ica wana karai kuma'pa ra'ica awes eng kakanen susur in endo.

16

dan seorang dari antara kamu berkata: ”Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Wo icua miowke' ai sia, “Mangéo in sama', makéo mio' ing karai' kura'ber wosama' ko ra'ica kautingan, wo ka'i kumano mio' akar imawesu wosama' ko ra'ica kaareman”. En aicua miow itu ra'ica wana torona sa ra'ica winéan iow em paperlunna.

17

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Taniitu ka'i em paémanenta a si Casuruan. Sa kita maéman taan ra'ica paémaanta en airu'du' i Casuruan, em paémanenta itu ra'ica wana torona.

18

Tetapi mungkin ada orang berkata: ”Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: ”Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

Taan awéan wona' tou makua, “Ico awéan em paémanen, taan aku awéan em pengaémaan.” Taan icuaku oka ai sia, “Tambisa réén ko ro'na tumuru' im paémanenmu sa ra'ica maéma' im butul a sé tou walina? Ituru'ku oka em paémanenku ang karapi maéma' im butul.”

19

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Percayan iow sapaoka waya in esa si Amang Kasuruan, en itu loor! Taan sé sétang ka'i mercaya andumoro' in itu wo séra gume'ger in indé'.

20

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Éi camu sé tou bodok! Masalé' réén pangakun iow intarépé' sapaoka em paémanenmu ra'ica wana torona sa ra'ica pengaémaan?

21

Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

Séréno si apo'ta Abraham. Aisarakanna si toyaangna Ishak tanu raragés am bawo im paragésan, ampa'paan si niéma' i Abraham itu, akar sia nianggap wutul i Amang Kasuruan.

22

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Ro'nao kailekan iow sapaoka sia maéman wo ka'i pengaémaanna si airu'du' i Casuruan ai sia, wo in taniitu em paémanenna a si Casuruan makaleke-lekep.

23

Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: ”Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: ”Sahabat Allah.”

Anaé, e niéma' i Abraham itu ilumekepo si aipatic ang Kitap Le'nas, “Abraham maéman a si Amang Kasuruan, ampa'paano in itu sia nianggap-Na wutul.” Wo sia patuulen, karapi i “Amang Kasuruan.”

24

Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Anaé, sérén iow sapaoka sé tou paanggapen wutul i Casuruan en itu ra'ica asaloke' i maéman taan ka'i ampa'paan im pengaémaan.

25

Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

Séréno ka'i si Rahab, si wéwéné sundal. Sia itu nianggap wutul i Casuruan ampa'paan im paémaanna. An tutuw itu tinerimana wo ayenepna am baléna sé tou Israel sé mawere-weren, wo iwalina séra kumesot kumiit an lalan walina.

26

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Anaé, si tou makua sapaoka sia maéman a si Casuruan taan ra'ica maéma' in loor, em paémanenna itu ra'ica wana torona. Sia itu meputé wo si tou makaowak taan ra'ica nimu'kuran.

Yakobus 3

1

Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

Poo-poowku! Tioo takeli ai camu sé masalé' mamuali guru, ampa'paan kailekan iow sapaoka si guru tumerima oka in ukuman si lébé uterai.

2

Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Kita im baya mengaéma' ing kaséaan am baya-waya. Si tou makawoo tuméir im ba'ba'na akar ra'ica suméa' rumoma', sia itu tou lekep si ro'na kumawasa waya in owakna.

3

Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

En andéanna si cawayo: Sa em ba'ba'na pinakéano songkom wo wina'kesano in tali léis wo wésoonta en tali léis itu, tantu si cawayo kumiit ing kasalé'anta. Wo in taniitu si cawayo ro'na peréntanta.

4

Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

Awéan ka'i andéan walina tanumai ing kapal wangker. Mandé ka'i eng kapal itu wawangkeran wo iwali in deges repet, taan ro'na kaatoran ing kamudi tumeki-tekic kumiit ing kasalé'an i nakoda.

5

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Taniitu ka'i en lila'ta. En lila'ta itu waya in tekic an owakta, taan sia ro'na tumirayo numuwu' andumoro' sé wawangkeran. Taniitu ka'i wo en api, mandé en api waya in tekic, ro'na luma'ung in talun wawangkeran.

6

Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

En lila' itu meputé ka'i wo en api. En lila' itu waya in tekic an owakta wo ro'na luméwo' in owakta wo tumunu waya ing katouanta. En lila' itu imaléwo' taniitu ampa'paan en lila' itu meputé wo si kikiiten é sétang iméé mai in api asi api si ra'ica mape'de-pe'del.

7

Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,

Pakasa sé binatang sé ra'ica papiaran, sé burung, sé binatang maloyon, wo ka'i sé sera' an ta'sic ro'na naramen é tou.

8

tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Taan ra'ica wana mandé esake' tou e makawoo tuméir in lila'na. En lila' itu léwo' wo ra'ica wana e makawoo tuméir wo wuta i racung e ro'na makawali am papaté.

9

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,

En lila'ta ro'na papakénta rumayo si Casuruan Amangta wo ang karapi in lila' itu ka'i pakénta makutuk sé tou sé niéma' i Amang Kasuruan meputé wo Sia.

10

dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Asi wa'ba' si meputé itu, lumembo mai ka'i eng kamang wo eng kutuk. En itu, é poo-poow, ra'ica toro mamuali.

11

Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

En andéanna tanu im palémboian in dano, tantu ra'ica wana rano tewang wo maasin en lumemboi asi esa palemboian.

12

Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Poo-poowku, ra'ica kawisa en tuura in ara mua' in zaitun. Wo en tuura in anggor tantu ra'ica kawisa mua' in ara. Taniitu ka'i em palemboian in dano maasin, tantu ra'ica kawisa lumemboi in dano tewang.

13

Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

Sa an esaan ai camu awéan kapinteran asi Amang Kasuruan owo wo keli eng kakailekan, musti ituru'na ang karapi i menonou in loor. Sia musti méma' in loor ang karapi ing kako'kosan in até si mai ang kapinteran i Casuruan owo.

14

Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!

Taan sa en até miow awéan em panganaten wo menonou ang katoronaanke' in owakna in esa, tioo kamu tirayo wo tioo matowo eng kumua sa kamu itu awéan kapinteran asi Casuruan owo, wo in taniitu ra'ica toro sélé'kow iow en sususuien wutul.

15

Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.

Sa eng kapinteran iow tanuke' siitu, eng kapinteran itu ra'ica asi Amang Kasuruan owo taan asi cayo'baan anio' owo, ang kasalé'an in owak owo wo asé sétang owo.

16

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Ampa'paan sa awéan tou manganat wo menonou ang katoronaanke' in owakna in esa, am bitu tantu awéan eng kalicokoan wo ka'i pakasa sé andumoro' sé léwo'.

17

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Taan si tou awéan kapinteran asi Amang Kasuruan owo itu, tana'i: Kataré sia menonou ang karapi in até weresi wo masalé' meelu-eluran wo sé tou, sama' a sé tou, téés, wuta ing kaupusan a sé tou wo mengéma-ngéma' andumoro' sé loor, ra'ica marapit wo ra'ica punek.

18

Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Mémang wutul eng kalooran ituo wuéna in lulumbo ing kaeluran si aiwuras é tou sé masalé' ing kaeluran.

Yakobus 4

1

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Kéitu réén kamu meindo-indoan roma' wo meréndé-réndéran? Ra'ica réén ampa'paan ing kasalé-salé'an sé ra'ica loor imapetokol an owak iow?

2

Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Awéan em paawo-awon iow taan ra'- ica kinakiitan akar kamu maté tou. Kamu mangana-nganat taan ra'ica kinéréan sapa em paéré-érén iow akar kamu meréndéran wo metokol. Taan kamu ra'ica makéré sapa-sapa, ampa'paan kamu ra'ica masombayang.

3

Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Kuma'pa kamu masombayang taan ra'ica imakéré sapa-sapa ampa'paan em paawo-awon iow an sombayang suméa'. Em pinangilek iow itu asaloke' masalé' ka'pun iow e marui in owak iow in esa.

4

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Éi camu, sé tou ra'ica le'tek! Tantu kailekano miow sa kamu makiit ing kasalé'an ing kayo'baan, kamu imamualio kaséké' i Amang Kasuruan. Si séike' si masalé' mekarapi wo ing kayo'baan anio', niéma'nao en owakna mekaséké'an wo si Amang Kasuruan.

5

Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: ”Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

Tioo kamu mawerot sapaoka ra'ica wana alasan si aipatic ang Kitap Le'nas tana'i, “E Roh si aiwéé i Amang Kasuruan ai cita, e Roh itu manganat sa kita ra'- ica le'tek a si Casuruan.”

6

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Taan en upus aitambér i Amang Kasuruan ai cita, lébé wangko' mai wo in itu. Ampa'paano in itu aipatic ang Kitap Le'nas tana'i, “Sunduren i Amang Kasuruan sé tou tirayo, taan turu'-Na eng kaupusan a sé tou ko'kos en até.”

7

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Ampa'paano in itu, male'te-le'teko mangé a si Amang Kasuruan wo kiiteno mangé Sia. Sundureno mangé ka'i si kikiiten é sétang, wosama' sia tumayang oka ai camu.

8

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Rumaméjio mangé rumuru a si Amang Kasuruan, wo kamu rurun-Na oka mai. Wu'asanno mio' eng kama miow, éi kamu sé tou iméma' ing kamesé-meséaan! Le'naseno mangé en até miow, éi kamu sé marua-rua até.

9

Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.

Yentoo mio' eng ké'ké' wo en arui miow ampa'paan ing kamesé-meséaan iow. Aweso taré sawelen iow en itu i manesel wo maamé' ampa'paan kamu wendu keli iméma'o ing kamesé-meséaan.

10

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Ko'koso mio' en owakmu an dior i Casuruan wo irangka'-Na oka kamu.

11

Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.

Poo-poowku, tioo kamu si esa wo si esa mengawuruk i ngaran é tou. Si séi e muruk i ngaran i poowna esa paémanen kuma'pa tumudu meséa', en itu meputé imuruko wo imééo séa' in ukum i Amang Kasuruan. Wo in taniitu kamu ra'ica masalé' kumiit in ukum i Amang Kasuruan itu, taan imamualio akim si mengaséa' in ukum itu.

12

Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Wayake' in esa si méma' in ukum wo wayake' Sia ka'i e ro'na mamuali akim ai cita. Siao itu e makaanu ing kawasa en lumowir wo e maté sé tou. Taan séi réén kamu akar kamu masalé' makim sé kakélému tou?

13

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ”Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,

Kamu makua in tana'i, “Si endo anio' kuma'pa woondo kami maangé an esa kota. A mangé mbitu kami mento' oka esa ngata'- un wo rumaméji mangkér wosama' makéré kauntungan.”

14

sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Sédangkan si mamuali woondo ra'ipé' kailekan iow. Sapa réén en torona ing katouan iow? Eng katouan iow puté in susuwa si ra'- ica uré kaséréan wo icatala.

15

Sebenarnya kamu harus berkata: ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

En ulitna musti icua miow tanu si anio', “Sa icasalé' i Casuruan, kami ro'na menonou wo méma' in anio' kuma'pa in itu.”

16

Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

Taan em pakanuwu' miow taloso taré tirayo e mengaangkai in owak iow in esa. Em pakanuwu' tanu siitu suméa'.

17

Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Anaé, sa awéan tou si makaileko tumambisa musti maéma' in loor, taan en itu ra'ica pengaémaanna, sia itu méma'o ing kamesé-meséaan.

Yakobus 5

1

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

Éi kamu tou siya', aweso taré kamu intarépé' maamé'o mangé in sesendu'an ampa'paan kamu tenan oka ing kasusaan.

2

Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!

Eng kasiyaan iow imawuruko, wo eng karai iow linolondio waya.

3

Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.

Mas wo em pérak iow tuma'incéré'o. En ta'incéré' ituo e imamuali tuus sapaoka kamu asalo i meruu-ruut ing kasiyaan. Ta'incéré' itu oka eng kuman in owak iow tanuoka in api tumunu in owak iow. Icamuo sé meruu-ruut ing kasiyaan asi endo-endo kaka'puan ing kayo'baan.

4

Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.

Ra'ica winéran iow sé tou matawoi maupu' an uma miow. Séra mapatawa-tawango wo em pinangimbulu éra itu kinalingaano i Casuruan si Makakawasa.

5

Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

Kamu menonouo arui ang kasiyaan wo mengéla-ngéla in doit ang kayo'baan anio'. Kiniitano miow eng kasalé'an in até miow in esa, akar kamu makemel, tanu sé binatang papiaran si tu'tulo im pokolen.

6

Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Kamu mukumo wo matéo sé tou nianggap wutul i Amang Kasuruan, wo ra'ica kawooan éra sumundur icamu.

7

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

Ampa'paan in ituo é poo-poow, malese-leseno mangé kamu akar si Apo' Yesus maai sumawel. Séréno tambisa si tou menganguma talesen keli mengento-ngento' in uran an oras i mausew wo an oras in tinanem mua'. Sia talesen mengento-ngento' im buéna si awéan em bééna asi tana'na itu.

8

Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

Taniituo ka'i kamu, malese-leseno mangé wo kete-ketereno mangé en até miow ampa'paan ra'io uré en orasna si Apo' Yesus maai sumawel.

9

Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

Poo-poow, tioo kamu mengimbu-ngimbulu wo membém-béan séa' wosama' kamu ra'ica ukumen i Casuruan. En ulitna, si Akim maayo, Sia an dioro im papalen.

10

Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

Poo-poow, ta'néieno mangé sé nabi indior sé makua in taar i Casuruan. An tutuw itu séra meta'up ing keli kawenduan, taan séra kasake' talesen. Anaé, kiiteno mangé eng katalesenan éra itu.

11

Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

En ulitna, sé tou talesen makiit si Casuruan mandé ka'i meta'up ing kawenduan, séra itu tou pakakamangen. Wo tantu pinalingao miow andumoro' ing katalesenan i Ayub. Wo kailekan iow kekawus ako in itu, sia kinamang i Amang Kasuruan, ampa'paan si Amang Kasuruan taloso taupus wo wuta ing kaupusan a sé tou.

12

Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.

Poo-poow! Eng kumataré-taré, tioo kamu mengasumpa ang karapi i ngaran in langit wo in tana' kuma'pa sapa-sapake' mangé. Sa wutul, icuao mangé “wutul”. Wo sa ra'ica wutul, icuao mangé “ra'ica wutul”. Wo in taniitu kamu ra'ica kawisa ukumen i Casuruan.

13

Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

Sa awéan esaan angé ai camu meta'up ing kawenduan, aweso taré sia sumombayang. Sa awéan tou arui en até, aweso taré sia kumantar rumayo si Casuruan.

14

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Sa awéan esaan angé ai camu sumakit, aweso taré sia tumowa sé penatua an jamaat, wosama' isombayang éra wo kisun éra in solo sia maké i ngaran i Casuruan.

15

Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

Sa séra sumombayang wo maéman a si Casuruan, tantu en sakit i tou itu masama'. Wo sa si tou itu méma'o ing kamesé-meséaan, sia ampungan oka.

16

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Ampa'paan in ituo, mangakuo mangé ing kamesé-meséaan asi esa wo si esa wo menson-sombayangano mangé wosama' kamu masama'. En sombayang é tou mengaéma' im butul uli-ulit wangko' eng kawasana.

17

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

Si Elia tou kaputéta. Sia uli-ulit masombayang mangilek ra'ica toro muran, wo uli- ulit tuu ra'ica tumumpa en uran ang kayo'baan telu ngata'un wo enem ngaserap eng kauré.

18

Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

Wo sia sumombayang sumawel ka'i e mangilek uran wo tumumpa mai en uran an langit owo wo en tinanem an tana' mua'.

19

Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik,

Poo-poowku, sa awéan esaan angé ai camu, indior makiit in sususuien wutul i Casuruan taan intarépé' isumélé'kowo asi sususuien wutul itu, uli-ulit loor woo sa awéan tou en tumawang isia e maréng sumawel a si sususuien wutul i Casuruan itu.

20

ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Ta'néien iow en anio': Si tou e makin sumawel si tou meséa' tumela'u in lalan sélé'kow, niéma'nao e mu'kur i tou itu lowiren oka am papaté wo niéma'nao eng kamesé-meséaan i tou itu niampungan.