Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.
En surat anio' a yaku owo, Paulus si mamuali ruru'du'an i Yesus Kristus kumiit ing kasalé'an i Amang Kasuruan. En surat anio' aipaticku mewali-wali wo si Timotius poowta an esa paémanen. En surat anio' aicirim ami a sé jamaat i Amang Kasuruan ang Korintus, wo ka'i a sé tou le'nas an Akhaya.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Pekiupusen ami a si Amang Kasuruan Amangta wo a si Apo' Yesus Kristus en tumambérai in upus wo ing kaeluran ang katouan iow.
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
Mayoo kita rumayo si Amang Kasuruan, Amang i Apo'ta Yesus Kristus. Sia itu Amang si wuta ing kaupusan wo Siao si Amang Kasuruan si mengibo-ibor icita.
yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
Sia mengaibor icami am pakasa ing kawenduan ami. Sia maibor taniitu wosama' kami ro'na mibor sé tou walina an sapake' eng kawenduan éra, ang karapi im paiboran si tinerima ami asi Amang Kasuruan.
Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
Keliano eng kawenduan sé pinendam ami mai tanu ing kawenduan si pinendamai i Kristus. Wo ampa'paano i Kristus kami makéré im pangiboran sé kumeli-keli.
Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
Sa kami makéré ing kawenduan, en itu e méé pangiboran wo ing kalowiran ai camu. Wo sa kami iboren, en itu iboran ai camu ka'i, akar kamu makatalesen sumaru ing kawenduan-kawenduan sé meputé im pinendam ami mai.
Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
Kamu uli-ulit percayan ami, ampa'paan kailekan ami sapaoka kamu mendamo mai ing kawenduan tanu im pinendam ami mai, anaé kamu tantu makéré oka pangiboran kaputé im pangiboran si sinangkum ami.
Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
Poo-poow, icasalé' ami wosama' kailekan iow andumoro' ing kawenduan si pinendamo ami an Asia Teké'. Eng kawenduan si winuléng ami itu uter keli ilumébéo asi kinawooan ami, akar kami ra'io wana arapan i menonou.
Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.
Kami uli-ulit makapendam tanuoka im pinonéso in ukumen patén. Taan en itu mamuali wosama' kami ra'ica asalo mercaya in owak ami in esa, taan kasake' maéman a si Amang Kasuruan si tumou sumawel sé tou imatéo.
Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,
Siao en lumowir icami asi papaté si kaindéén itu. Wo Siao ka'i en lumowir icami asi endo maai sa, ampa'paan ai Siake' em paarapan ami.
karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.
Pekiupusen ami ai camu atasanai in sombayang wosama' si Amang Kasuruan tumawang icami. Wo in taniitu sowaten i Amang Kasuruan en somba-sombayang akar keli en tou kumua makapulu'sama' a si Amang Kasuruan ampa'paan ing kamang sé tinerima ami wo ampa'paan in sombayang é tou keli.
Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.
Kami marayo, sapaoka eng katouan ami asi cayo'baan anio', linangkoio ami ang karapi in lekep en até wo rondor en até. Kami menonou tanu siitu wuntulke' im paesaan wo icamu. Siituo eng kasairian in até weresi ami. Niéma' ami en itu, ra'ica ang karapi ing kapinteran é tou, taan ang karapi in upus aitambér i Amang Kasuruan.
Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya,
Icua ami tanu siitu ampa'paan si aipatic' ami ai camu asaloke' andumoro' sé ro'na kabacaan wo kaangéan iow. Yaku maarap sa woo ro'na pakasa en anio' kaangéan oka miow im butul.
seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.
Intarépé', mandé kamu ra'ipé' talos makailek andumoro' icami, taan an tutuw i Apo' Yesus maai sumawel, kamu tirayo oka ampa'paan kami taniitu ka'i kami tirayo oka ampa'paan icamu.
Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya.
Ampa'paan im paémanen ituo, asi kataré aku imawasao maangé ing karua ai camu wosama' kéréan iow en upus tatambér makarua lumepet.
Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea.
En ulitna yaku mawasa maangé woo ai camu am bawayaanku an sangkum i Makedonia, wo an tutuwku maré- ngo mai, tumuli oka ai camu, wosama' kamu ro'na sumémbong a yaku lumala'us im bawayaan maangé an Yudea.
Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat ”ya” dan ”tidak”?
Taan mawalinake' em pawasanku itu, mandé ka'i in taniitu, en itu ra'ica tumuru' sapaoka em pendirianku ra'ica uli-ulit. Tutuw aku imawasa-wasa in itu, yaku ra'ica kumiit ing kasalé'anku in esa, tanu sé tou makua “én” kumawus itu kumua “ra'ica”.
Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak ”ya” dan ”tidak”.
Sa aku jumanji ang karapi i ngaran i Amang Kasuruan si le'tek, en janjiku ai camu itu ra'ica maru-rua wasa.
Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah ”ya” dan ”tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada ”ya”.
Ampa'paan si Yesus Kristus, Toyaang i Amang Kasuruan, ra'ica icumua “én” kekawus in itu “ra'ica”. Si Kristus ituo si ayabar i Silas, Timotius wo yaku ai camu. An untep i Kristus asaloke' awéan “én”.
Sebab Kristus adalah ”ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ”Amin” untuk memuliakan Allah.
Ampa'paan pakasa en janji i Amang Kasuruan, linekepo i Apo' Yesus. Ampa'paan in ituo icuata, “Ulit” a si Amang Kasuruan ampa'paan i Yesus Kristus. Wo icami méma' taniitu wosama' si Amang Kasuruan iparayo wo pasiriin.
Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
Si Amang Kasuruano in esa iméma' icami wo icamu keter meesa ang karapi i Kristus. Siao en sumisir icita,
memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
wo isumégél icita tanu tuus anu-Na. Wo Siao e méé mai si Roh Le'nas an atéta tanu titimboian sapaoka iwéé-Na oka pakasa sé aijanji-Na ai cita.
Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku – Ia mengenal aku –, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.
Si Amang Kasuruan en sairiku ampa'paan kailekan-Na en atéku. Yaku ra'ica mamuali maai ang Korintus, ampa'paan ra'ica kiimku mendu in até miow.
Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.
Kami ra'ica ilumesé' icamu sapa sé musti émanen iow. Taan kami asalo tumawoi mewali-wali wo icamu wosama' kamu makaaru-arui. Émaan ami taniitu ampa'paan em paémanen iow ketero.
Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita.
Anaé, pinusé'kuo an até, yaku ra'io maréng angé ai camu sa asalo iméma' in até miow mawendu.
Sebab, jika aku mendukakan hatimu, siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita karena aku.
Sa en até miow émaanku mawendu, ra'io wana ka'i e ro'na mibor in atéku. Ampa'paan icamuo e musti mibor yaku, taan en até miow niéma'kuo mawendu ampa'paan rinomaanku.
Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu.
An tutuw aku matic in suratku indior, kamu rinomaanku. Wo in taniitu sa aku maai sumawel ai camu ang Korintus, yaku ra'ica mawendu. Icamuo e musti maarui yaku. Ampa'paan percayanku sapaoka sa aku arui kamu ka'i arui.
Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
An tutuwku imatic in surat indior ai camu, yaku uli-ulit ra'ica makaaté in sama' wo mawendu wo makakeli-keli mengamé-ngamé'. An tutuw itu ra'ica kiimku méma' icamu mawendu ampa'paan in surat itu, taan en icasalé'ku wosama' kailekan iow, yaku uli-ulit mengaupus icamu.
Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya – supaya jangan aku melebih-lebihkan –, hati beberapa orang di antara kamu.
Intarépé' icasalé'ku numuwu' andumoro si tou mengaéma' im bendu. Niéma'na em bendu itu ra'ica a yaku taan ai camu im baya kuma'pa a sé piraanke' ai camu. Icuaku ‘piraan ai camu’ am bia'i wosama' e nunuwu'ku ra'ica talos uter ai sia.
Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu,
Kinelian ai camu imukumo sia wo en ukuman itu ro'nao ai sia.
sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat.
Anaé, intarépé' wéano mio' sia kaampungan wo kaincayaan, wosama' sia ra'ica talos mawendu wo ra'ica katalaan in arapan.
Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.
Anaé, pekiupusenku ai camu, ituru'o mangé ai sia sapaoka kamu uli-ulit mengaupus sia.
Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.
Indior aipaticku en surat ai camu e muji sa kamu wutu-wutul mengakiit sé aituru'kuo.
Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, – seandainya ada yang harus kuampuni –, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,
Sa ampungan iow si tou iméma'o ing kaséaan ai camu, ampunganku ka'i si tou itu. Ampa'paan sapa sé niampungankuo, sa wutul awéan em perlu ampungan, en itu ampunganku an dior i Kristus torona ing kalooran iow.
supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.
Émaanku en itu wosama' si kikiiten é sétang ra'ica wana témpo loor muwak icita, ampa'paan kailekanta em pawasa-wasanna léwo'.
Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana.
An tutuwku icateka'o mangé an Troas eng kumua in Abar Kaaruien andumoro' i Yesus Kristus, kinaséréankuo sapaoka si Amang Kasuruan imuka'o in lalan a yaku en sumelewir am bitu.
Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.
Taan aku ra'ica makaaté in sama', ampa'paan a mangé mbitu aku ra'ica meta'up wo si poowta Titus. Anaé, aku mapermisi a sé tou asi tampa itu wo mangé a Makedonia.
Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
Taan makapulu'sama' a si Amang Kasuruan. Sia maaki- akin icami akar imuntung ampa'paan i Kristus. Pakén i Amang Kasuruan icami wosama' sé tou am bisa-wisa makatuus si Kristus. Anaé, em paselewir ami tanu im bou manam si pengakawouan am bisa-wisa.
Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.
Ampa'paan an dior i Amang Kasuruan icami tanu im bouna ing kamenyan mawou manam asi Kristus owo an uner é tou ang karoro'an makiit in lalan kalowiran wo an uner é tou ang karoro'an makiit in lalan papaté.
Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?
Sa tou sé ra'ica tumerima in Abar Kaaruien andumoro' i Yesus Kristus wo maangé am papaté, icami anio' tanuoka wou im buruk. Taan sa tou sé tumerima in Abar Kaaruien itu wo lowiren, kami tanuoka im bou manam si makawali ing katouan. Anaé, si séi e ro'na méma' in tawoien anio'?
Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Kami ra'ica meputé wo sé kinakelian tou sé mengakua in abar i Amang Kasuruan e mangéré ing kauntungan in esa. Em paangé-angén ami lekep en até, ampa'paan si Amang Kasuruan e rumu'du' icami. Wo si Amang Kasuruan in esa en suméré sapaoka icami makua in abar itu tanu ata-ata i Kristus.
Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
Paweroten iow réén kami marayo in owak ami ka'i? Ra'ica taniitu em paémaan ami. Awéan piraan tou maperlu in surat kaloasan e mangé ituru' ai camu, kuma'pa surat aipatic iow paalin angé an tampa walina. Taan icami ra'ica maperlu sé surat tanu siitu.
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Icamuo in esa en surat kaloasan ami sé ipatic an untep in até ami wo sé ro'na kakailekan wo kabacaan é pakasa in tou.
Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Séra in esa oka en suméré sapaoka icamu tanu surat i Kristus si a itoké paalin ami. Wo en surat itu ra'ica aipatic in tinta, taan ang karapi i Roh i Amang Kasuruan si menonou; ra'ica ka'i am bawo im batu papatican taan an untep in até é tou.
Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
Icua ami en andumoro' in owak ami tanu siitu ampa'paan icami maéman a si Amang Kasuruan wo em pakasa in itu mamuali ampa'paan i Kristus.
Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
Kami ra'ica wana alasan eng kumua sapaoka kawooan ami méma' in tawoien anio', taan si Amang Kasuruan i méé mai icami makawoo.
Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
Siao e méma' icami makawoo imamuali maselewir sé makua in esa perjanjian weru a sé tou. Em perjanjian itu ra'ica an ukum sé aipatico indior, taan asi Roh i Amang Kasuruan owo. Ampa'paan en ukum aipatic itu sa ra'ica kiiten, makawali am papaté, taan e Roh i Amang Kasuruan mawéé ing katouan.
Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian
An tutuw em perjanjian uré si makawali am papaté itu aipatic am batu maké im pupulat, en sendot i Amang Kasuruan menéla-nélang an amo i Musa. En télangna itu masendot keli wo kala'meren oka mai akar sé tou Israel ra'ica makawoo suméré in amo i Musa, mandé ka'i en sendot an amona itu meka'pu-ka'puo en télangna. Anaé, sa en perjanjian uré si makawali am papaté itu nisahkan ang karapi in sendot tuméla-télang an amo i Musa,
betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!
wopé' taré en perjanjian weru si aiwéé i Roh i Amang Kasuruan, tantu nisahkan ka'i ang karapi in sendot si lumébé mai en télang asi télang an amo i Musa.
Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.
Sa en perjanjian uré imukum sé tou itu taniitu eng kasendotna, tantu eng kasendot im perjanjian weru lébé sendotai si méma' sé tou mamuali wutul an dior i Amang Kasuruan.
Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.
Ro'na icuata sapaoka eng kasendotan indior, ra'io talos sendot ampa'paan ing kasendotan intarépé'.
Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.
Wo sé itumang itu asalo ang karoro'anke' imasendot, taan sé akar ing kauré-uré tantu ulit-ulit lébé sendot.
Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,
Ampa'paan kami makaanu in arapan tanu siitu, kami ra'ica maindé' en tumindak.
tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.
Icami ra'ica tanu si Musa, si makatutuw ing kaéng an amona wosama' sé tou Israel ra'ica suméré in sendot si mape'delo itu.
Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
Indior sé tou Israel, em pakawerot éra kinatutuwano. Wo akar asi endo anio' em pakawerot éra kinatutuwané', ra'ica kaangéan éra sa maca ing kitap-kitap andumoro' im taar uré itu. Icita ro'na kumua sapaoka em bewerot éra pakatutuwané' ing kaéng. Eng kaéng itu ro'na imawuka' an tutuw éra maéman a si Kristus.
Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Tantu ka'i akar intarépé', sa séra maca ing kitap- kitap si aipatic i Musa, awéan en tumutuw in até éra akar ra'ica kaangéan éra sapa sé binaca itu. En itu meputé wo ing kaéng itumutuw in amo éra.
Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.
Taan sa awéan sé mai an dior i Casuruan, tantu em bewerot éra si kinatutuwan itu imawuka. En itu meputé wo ing kaéng icaangkai an amo éra.
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Si Casuruan ituo e Roh. Wo am bisa en awéan Roh i Casuruan, am bitu ka'i awéan kaloasan.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Intarépé' en amota im baya ra'io pakatutuwan ing kaéng wo icita masendot in télang i Casuruan. Wo ampa'paano in itu icita peroba-roban mamuali tanu Sia, menguré-uré icita makatélango. Eng katélang itu asi Casuruan owo, Siao e Roh.
Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
Ampa'paano ing kaupusan i Amang Kasuruan, émaan ami en tawoien anio'. Ampa'paan in ituo cami ra'ica katalaan in arapan.
Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
Ra'ica kiim ami iméma' in tawoien anio' maké ing kanaramen sé ipaene-enep wo sé kalawiin. Wo ra'ica kiim ami matawoi ang karapi imauwak wo mengasélé'kow in Taar i Amang Kasuruan. Taan sé ipakua ami andumoro' sé wutul an dior i Casuruan, wo in taniitu icami maarap wosama' pakasa in tou numilai sumama-sama' ai cami an dior i Amang Kasuruan iciit in até weresi éra.
Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
Sa en Abar Kaaruien andumoro' i Yesus Kristus sé ipakua ami ra'ipé' kaangéan, en itu ra'ipé kaangéan é tou sé ang karoro'an maangé am papaté.
yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Sé tou ra'ica mapercaya, em pakawerot éra winolao i opo' léwo' si makakawasa ing kayo'baan anio', akar séra ra'io mailek in sendot in Abar Kaaruien itu. Anaé, séra ra'ica makailek tambisa eng kawangko' i rarayo wo in sisiri' i Kristus, si meputé ulit wo si Amang Kasuruan.
Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
En Abar si pakua ami ra'ica andumoro' in owak ami in esa. En Abar itu andumoro' i Yesus Kristus si Apo' é pakasa in tou. Wo icami asaloke' imamuali tanu ata en sumelewir icamu kumiit ing kasalé'an i Yesus.
Sebab Allah yang telah berfirman: ”Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Indior si Amang Kasuruan icumua in tana'i, “Asi kariréimbengan mantangai en sendot.” Intarépé' Siao ka'i iméma' in sendot-Na matélang an untep in atéta. Ampa'paano in sendot-Na si an untep in atéta, ro'na kailekanta eng kawangko' i Amang Kasuruan si masendot ang gio i Kristus.
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
En Abar Kaaruien sé pakua ami itu ayandé tanu ing kasiyaan sosor em bééna. Wo icami sé mengakua in Abar Kaaruien itu ayandé tanu ing kuré' taweté'. Icami makaanu ing kasiyaan anio' an untep ing kuré'. En itu imamuali en tumuru' sapaoka eng kaketeran si lumepe-lepet itu asi Amang Kasuruan owo ra'ica ai cami.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
Icami pengoko-ngokoien am baya-waya, taan icami ra'- ica icawangkur. Icami ra'io makailek sapa en émaan, taan icami ra'ica katalaan im paarapen.
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Kelian sé maokoi icami, taan ra'ica aiwaya-Na kami oka in esa. Kami makakeli papangkuren akar icare'ba, taan icami ra'ica maté.
Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Am bisake' en angéan ami tatap mapendam im patén tanu im pinendam mai i Yesus, wo in taniitu kaséréano sapaoka si Yesus menonou an owak ami.
Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
Ang kauré ami menonou, tatapke' awéan tou maawo-awo e maté icami ampa'paan makiit si Yesus. Wo taniitu kaséréano sapaoka si Yesus menonou an owak ami si ro'na maté anio'.
Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
Anaé, penaru-narun ami em papaté, ampa'paan in itu icamu makéré ing katouan akar ing kauré-uré.
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
Ang Kitap Le'nas awéan e makua, “Percayanku, ampa'paan in ituo aku manuwu'.” Anaé, ang karapi ing kaincayaan imaéman tanu siitu ka'i, kami manuwu' ampa'paan percayan ami.
Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
Kailekan ami sapaoka si Apo' Yesus tinouo sumawel i Amang Kasuruan wo icami ka'i touen sumawel mewali-wali wo si Yesus, icamu wo icami iwali oka an dior-Na.
Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Icami mendamo mai waya ing kawenduan itu asaloke' ing kalooran iow. Icami talesen masaru ing kawenduan itu wosama' en upus aitambér i Amang Kasuruan makakeli en tou imendam. Wo in taniitu makakelio sé tou makua i makapulu'sama' a si Amang Kasuruan, akar Sia iparayo-rayo wo pasiri-siriin.
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Ampa'paan in ituo kami ra'ica mateké' en até. Mandé ka'i en owak ami makauré makalembi, taan e roh ami susur in endo pemeru-merun wo makaketerke'.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Wo eng kawenduan sé papendamen ami intarépé' ra'ica uter wo ang karoro'anke'. Taan teriman ami oka eng kaaruian si ra'io icakua wo eng kaaruian itu akar ing kauré-uré. Eng kaaruian itu ilumébé mai wo ing kawangko' sa ipeputé wo ing kawenduan si pinendam ami mai.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Anaé, ra'ica iwéé ami an dékén sé ro'na kaséréan, taan sé ipawéé ami an dékén sé ra'ica kaséréan. Sé kaséréan itu itumang asalo in ang karoro'anke', taan sé ra'ica kaséréan itu tatap akar ing kauré-uré.
Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
Kailekan ami sa en ténda paento'anta, siituo en owakta, ang kayo'baan anio' tongkaren wo icita sinadiaano i Amang Kasuruan esa walé an sorga. Em balé itu ra'ica niéma' ing kama in tou, wo tumang akar ing kauré-uré.
Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
An tutuw icita makaento' asi ténda anio', icita mangimbulu wo icasalé'ta keli e mangé mento am balé an sorga.
sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.
Si walé ituo en owakta weru. Sa icita makéré owak weru, eng kaangéanna icita mekarai, icita ra'ica imetangkol.
Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
Ang kauréta maento' an ténda asi kayo'baan anio', icita mangimbulu ampa'paan uter em pamuléngenta. En itu ra'ica ampa'paan icasalé'ta mekar in owakta asi kayo'baan anio', taan ampa'paan icasalé'ta maké in owak si an sorga owo wosama' en owakta si ro'na maté anio' sawelan mamuali owak menonou akar ing kauré-uré.
Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.
Si Amang Kasuruan in esao en tumu'tul icita en tumerima in owak weru itu. Siao e méé i Roh Le'nas ai cita tanu in titimboian e makéré in owak weru.
Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
Ampa'paano in itu en até ami kasake' talesen. Kailekan ami eng kauré ami imaento'pé' asi owak anio', em balé ento'an ami mewali-wali wo si Amang Kasuruan tayang wo icami.
– sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat –
Icami menonou kumiit im paémanen ami a si Kristus, ra'ica kumiit sapa si kinaséréan ami,
tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
ampa'paan in ituo en até ami talesen. Icami lébé masalé' icawekar asi owak ami anio' wo mento' ang karapi i Amang Kasuruan.
Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
Ampa'paano in itu raméjin ami mauli-ulit marui in até-Na, an tutuw ami maento' an untep i owak ang kayo'baan anio' kuma'pa an tutuw ami maento' ang karapi-Na an sorga.
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Ampa'paano icita im baya uli-ulit sumaru oka an dior i Kristus in akimen wo iesa wo esa tou makéré oka in susuli' kumiit sapa sé pinengaéma'na ang kauré menonou asi kayo'baan anio', loor kuma'pa léwo'.
Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.
Kailekan ami sapa eng kaangéan i maindé' a si Amang Kasuruan, ampa'paan in iituo raméjin ami méé ing kapercayaan a sé tou andumoro' in owak ami. Kailekan wutul i Amang Kasuruan sé an untep in até ami. Wo paarapenku kakailekan iow en até ami.
Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah.
En anio' icami ra'ica rumaméji marayo-rayo in owak ami ai camu. Taan en icasalé' ami asalo iméé témpo ai camu e rumayo icami wosama' kailekan iow en sumowat sé tou sé asalo imarayo in owak andumoro' sé pakasérén, ra'ica sé an untep in até.
Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
Sa icami kaséréan tanu tou nganga', en itu ra'ica sapa-sapa. Ampa'paan icami mamuali taniitu en sumelewir si Amang Kasuruan. Wo sa icami kaséréan tanu tou ra'ica nganga', itu torona ing kalooran iow.
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
Niéma' ami waya en itu ampa'paan en upus i Kristus en icumawasa icami. Wo kailekan ami sa si esa tou maté torona im pakasa é tou, eng kaangéan in itu pakasa in tou imatéo.
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Si Kristus imaté torona im pakasa é tou wosama' séra menonou, ra'io ka'i menonou torona in owakna in esa, taan torona si Kristus si imatéo wo tinou sumawel torona éra.
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
Ampa'paan ituo, icami ra'io ka'i numilai sé tou makiit im pakanilai é tou. Indior icami in esa numilai si Kristus makiit im pakanilai é tou, taan intarépé' ra'io ka'i tanu siitu.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Anaé, si séike' si maesao wo si Kristus, sia wutu-wutul mamualio tou weru. Em peri ing katouan uré ra'io wana ka'i. Pakasa eng katouanna imaweruo waya.
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Pakasa in itu tatawoi i Amang Kasuruan. Émaan-Na icita meeluran wo Sia ampa'paano i Kristus. Wo si Amang Kasuruan iméé in tawoien ai cita e makawali waya sé tou meeluran wo Sia.
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Si anioo en abar si ipakua ami: Si Amang Kasuruan iméma' sé tou ang kayo'baan meeluran wo Sia ampa'paan si Kristus si maté ang kayu salip. Niéma'-Na en itu ang karapi ra'ica mena'né-na'néi ing kamesé-meséaan éra. Wo yutus-Na kami eng kumua in abar ing kaeluran anio' a sé tou walina.
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Anaé, icamio sé a yutus i Kristus. Sa kami sumina'u icamu, en itu meputéo si Amang Kasuruan sumina'u. Wo ang karapi i ngaran i Kristus, uli-ulit pekiupusen ami, wosama' icamu meeluran wo si Amang Kasuruan.
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Si Kristus ra'ica wana kamesé-meséaan, taan niéma' i Amang Kasuruan si Kristus e muléng ing kamesé-meséaanta, wosama' icita mamuali tou wutul an dior i Amang Kasuruan ampa'paan i Kristus.
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
Ampa'paan kami matawoi mewali-wali wo si Amang Kasuruan, pekiupusen ami imauli-ulit ai camu wosama' tioo paepesen iow im beren en upus aitambér i Amang Kasuruan si tinerimao miow itu.
Sebab Allah berfirman: ”Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Ampa'paan icua i Amang Kasuruan, “Asi témpo si sinisir-Kuo, ico lininga-Kuo, wo asi endo ing kalowiran, ico tinawang-Kuo.” Ta'néien iow sumama-sama', asi ya'sa anioo en témpo sinisir i Amang Kasuruan itu. Wo asi ya'sa anioo si endo ing kalowiran torona miow.
Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.
Ra'ica kiim ami en tawoien ami pawéan meséa'. Ampa'paano in itu kami rumaméji ra'ica méé alasan a si séike' e méé kaséaan an tawoien ami.
Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
Aituru'o ami sapaoka am baya-waya kami ata i Amang Kasuruan. Ampa'paan eng kawenduan, eng kasusaan wo ing kawenduan pinendam amio ang karapi in talesen,
dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
kami papangkuren, yuntep am bui, pinaémbong éra imokoi. Wo kami ra'ica mento' menawo-nawoi, sumangkum ra'ica itumekel wo ka'i ra'ica icuman.
dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
Mandé ka'i in taniitu, kami menonou ang karapi in até weresi, makailek sé andumoro' in Taar i Amang Kasuruan, talesen, sama' en até. Em paturu' ami sapaoka kami ata i Amang Kasuruan. Wo kami ka'i mamangén a si tatawang i Roh Le'nas wo mengaupus sé tou ang karapi in lekep en até,
dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
wo mengakua in sususuien wutul. Ipaturu' ami ka'i eng kawasa i Amang Kasuruan si mewali-wali wo icami ang karapi makatimboi in sususuien wutul tanu makatimboi im pakakas ipaperang patéir in owak ami wo ipasundur sé kaséké'. Pakasa en itu tumuru' sapaoka kami ata-ata i Amang Kasuruan.
ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
Kami pasiriin, taan ka'i iparoro-roros; kami iparayo, taan ka'i ipawa'ba'-wa'ba'. Mandé ka'i kami mengasusui im butul, taan putudun mengauwak.
sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
En ulitna kami anio' katuusan é keli tou taan sé walina mawerot ra'ica katuusan éra. Kami misi oka imaté, taan kami menonoué'. Mandé kami niokoi, taan kami ra'ica pinaté.
sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Mandé en até ami wendu, taan kami mengaru-ngarui. Kami kaséréan lengéi, taan keliano sé tou niéma' ami imasiya'. Kami anio' kaséréan ra'ica makaanu in sapa-sapa, taan en ulitna kami makaanuo im baya-waya.
Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.
Ei tou Korintus! Aicua amio im butu-wutul ai camu wo ra'ica wana em paene-enep. Pakasa sé an untep in até ami aicua amio.
Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.
Kami ra'ica tumutuw in até ai camu, taan icamuo en tumutuw in até ai cami.
Maka sekarang, supaya timbal balik – aku berkata seperti kepada anak-anakku –: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
Intarépé', mandéo aku maroma' tanu a sé toyaangku in esa: wukaano mio' en até miow tanu in susuli' ai cami.
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Tioo mengaesa wo sé tou sé ra'ica maéman a si Kristus; en itu ra'ica patus. Ampa'paan en sususuien wutul ra'ica kawisa meesa wo ing kaléwo'an! Wo ra'ipé' wana mako en sendot meesa wo i riréimbeng.
Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Si Kristus ra'ica kawisa meesa wo si kikiiten é sétang. Awéan réén em puténa sé tou maéman a si Kristus wo sé tou ra'ica maéman a si Kristus?
Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: ”Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Awéan réén em puténa walé i Amang Kasuruan wo im paapo'an é opo-opo'? Kita anio' walé paento'an i Amang Kasuruan si menonou. Si Amang Kasuruan in esa icumua: “Mento' oka Aku an uner éra wo menonou mewali-wali wo iséra. Yaku mamuali oka Amang Kasuruan éra, wo séra mamuali oka tou-Ku.”
Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
Ampa'paan in ituo si Amang Kasuruan ka'i icumua, “Tela'uo mio' sé tou ra'ica makatuus si Amang Kasuruan, wo ipataya-tayango mangé en owakmu ai séra. Ra'ica toro misu' in sapake' sé karican keli, wo kamu teriman-Ku oka.
Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
Wo Aku mamuali oka Amangmu, wo kamu mamuali oka toya-toyaang-Ku, taniituo en aicua i Amang Kasuruan si Makakawasa.”
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Poo-poow sé icaupusku, pakasa en janji itu aituru' ai cita. Ampa'paan in itu mayo kita meresi in owak asé im pakasa sé mengakotor in owak wo i rohta. Wo mayo kita menonou le'nas torona i Amang Kasuruan ang karapi in lekep wo maindé'o mangé ai Sia.
Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorang pun, tidak seorang pun yang kami rugikan, dan tidak dari seorang pun kami cari untung.
Pekiupusenku, wukaano en até miow torona ami. Kami ra'ica wana kaséaan a si séike' mangé, wo ra'ipé' sumangkum ako awéan tou en rinugi ami. Wo kami ra'ica maéré-éré ing kalébéan a si séike' mangé.
Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati.
Aicuaku tanu siitu, ra'ica e méé kaséaan ai camu. Ampa'paan, tanu si aicuakuo indior sapaoka, kamu caupus ami keli wo kita makarapio menonou mewali-wali akar i maté.
Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah.
Yaku uli-ulit mercaya icamu. Wo ka'i kamu uli-ulit iparayoku! Mandé ka'i kelian eng kawenduan pinendam ami mai, en atéku kinaiboran keli ampa'paan icamu. En atéku uli-ulit arui.
Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.
An tutuw ami icateka' a Makedonia ka'i, pakasa en owak ami wutu-wutul ra'ica makapendam in elur. Am bisa-wisake' ipengapeta'up ami eng kasusaan: awéan kaperéndéran ang kesot wo awéan kaindé'an an até ami.
Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.
Taan makapulu'sama' a si Amang Kasuruan si mengaibor sé tou sama' en até. Sia mengaarui in até ami an tutuw si Titus mai ai cami.
Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.
En até ami kinaiboran ampa'paan isumeréo si Titus, wo kami lébé maibor ka'i ampa'paan aicuana sapaoka en aténa maibor ampa'paan icamu. Aicuana ai cami sapaoka kamu lumeloo keli meta'up wo yaku, kamu ka'i maneselo asé pinengaéma' miow indior wo intarépé' rumaméji méla yaku. Pakasa en itu méma' yaku lébé arui.
Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu – kendatipun untuk seketika saja lamanya –,
Anaé, mandé ka'i en suratku indior méma'o in até miow mawendu, yaku ra'ica manesel imatic in surat itu. Wutul aku isumangkumo manesel matic in surat itu, ampa'paan pakasérénku en surat itu méma' in até miow mawendu, mandé ka'i eng kawenduan itu ang karoro'anke'.
namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami.
Taan aku intarépé' arui, ra'ica ampa'paan kamu mawendu. Yaku arui, ampa'paan eng kasusaan in até miow méma' icamu mape'dis. Ampa'paan eng kawenduan in até miow itu icumiit ing kasalé'an i Amang Kasuruan, anaé kami ra'ica rumugi icamu.
Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
Ampa'paan eng kawenduan in até si casalé' i Amang Kasuruan méé wuéna ing kape'disan e maali mai ing kalowiran. Taan eng kawenduan asi cayo'baan anio' sé ra'ica wana eng kape'disan, makawali sé tou am papaté.
Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.
Anaé, intarépé' séréno sapa sé imamuali ai camu ampa'paano ing kawenduan si casalé' i Amang Kasuruan itu. En itu, iméma' icamu lébé mauli-ulit kumiit ing kasalé'an i Amang Kasuruan; wo kamu rumaméji méé tuus sapaoka kamu ra'ica meséa'; kamu masuut wo maindé' mengaéma' ing kamesé-meséaan; kamu lébé lumelo wo makaincaya' méma' sapa sé loor wo ra'ica marapit ; wo kamu méé ukuman a sé tou meséa'. Anaé, kamu itumuru'o in tuus, kamu ra'ica meséa' am pakasa in itu.
Sebab itu, jika aku telah menulis surat kepada kamu, maka bukanlah oleh karena orang yang berbuat salah, atau oleh karena orang yang menderita perbuatan salah, melainkan supaya kerelaanmu terhadap kami menjadi nyata bagi kamu di hadapan Allah.
Anaé, mandé ka'i aipatickuo en surat itu, ipaticku ra'ica ampa'paan i tou meséa'. Ra'ica ka'i ampa'paan i tou mawendu ampa'paano ing kaséaan itu. Ipaticku en surat itu wosama' an dior i Amang Kasuruan, pendamen iow in esa sapaoka kamu uli-ulit meméé-méé rékén ai cami.
Sebab itulah kami menjadi terhibur. Dan selain penghiburan yang kami peroleh itu, kami lebih lagi bersukacita oleh karena sukacita Titus, sebab kamu semua menyegarkan hatinya.
Ampa'paan in ituo en até ami maibor. Wo ka'i kami arui keli ampa'paan makaséré ing kaaruian in até i Titus.
Aku memegahkan kamu kepadanya, dan kamu tidak mengecewakan aku. Kami senantiasa mengatakan apa yang benar kepada kamu, demikian juga kemegahan kami di hadapan Titus sudah ternyata benar.
Kamu iparayo-rayokuo a si Titus an tutuwna ra'ipé' mangé ai camu. Makapulu'sama', kamu ra'ica imapalawi' yaku. Pakasa sé aicuao ami ai camu wutul. Taniitu ka'i sapa sé iparayo-rayo ami andumoro' icamu a si Titus mémang wutul.
Dan kasihnya bertambah besar terhadap kamu, apabila ia mengingat ketaatan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan takut dan gentar.
Intarépé' makaaweso eng kaupusanna ai camu, ampa'paan sia makata'néi tambisa kamu im baya le'tek maéma' sapa sé pinangilekna wo ka'i tambisa kamu tumerima sia ang karapi wuta in siri'.
Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal.
Yaku arui keli, ampa'paan kamu ro'na papercayan am baya waya.
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
Poo-poow, icasalé' ami kailekan iow andumoro' tambisa en upus aitambér i Amang Kasuruan a sé jamaat a Makedonia.
Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
Séra pinangepé'ano ing kawenduan-kawenduan uter. Taan an uner ing kawenduan itu, eng kaaruian in até éra mengawe-ngawes wo séra méé roit ipatawang a sé tou walina ang karapi in lekep en até. Mandé ka'i séra lengéi keli, en até éra siya' mengawéé.
Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
Yaku ro'na méé ing kasairian ai camu sapaoka séra imééo kumiit ing kawooan éra, en ulitna ilumébéo mai asi kinawooan éra. Wo séra mawéé ang karapi in lekep en até.
Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
Séra meki-kiupus ai cami sa woo ro'na séra kumiit méé ipatawang a sé tou le'nas an Yerusalem, ampa'paan en itu kamang ai séra.
Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Si aiwéé éra itu lumébé-lébéo mai asi pinaarap ami. Iwéé era en owak éra kataré-taré a si Amang Kasuruan, kumawus in itu sarakan éra en owak éra ai cami. Séra iméma' tanu siitu kumiit ing kasalé'an i Amang Kasuruan.
Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.
Ampa'paan in ituo, linesé' ami si Titus mangé ai camu wo lumekep in sumuun in doit ipatawang anio'. Ampa'paan siao eng kataré tumo'tol in tawoien anio' an uner iow.
Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
Kamu siya' am baya-waya: siya' am paémanen, siya' a roroma', siya' ang kakailekan, siya' am pakasa in tawoien, wo siya' ang kaupusan iow ai cami. Ampa'paan in itu, lébé loor ka'i kamu siya' andumoro' i mengawéé ipatawang a sé tou walina.
Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.
Sé ipakuaku andumoro' in doit ipatawang itu, ra'ica esa perénta ai camu. Taan en icasalé'ku kakailekan iow tambisa eng kaincayaan é tou walina en tumawang sé kakéléna, akar kamu ka'i kumiit tumawang iséra. Wo in taniitu icasalé'ku suméré sapaoka kamu uli-ulit mengaupus sé tou walina.
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
Ampa'paan kailekano miow en upus aitambér i Apo'ta Yesus Kristus ai camu: Mandé ka'i Sia siya', taan torona ing kapentingan iow, niéma'-Na en owak-Na malengéi, wosama' kamu masiya'.
Inilah pendapatku tentang hal itu, yang mungkin berfaedah bagimu. Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga.
Kiit im bewerotku, an témponao lekepen iow sapa sé niéma'o miow tumo'tol asi ta'un lumangkoi. Ampa'paan icamuo eng kataré-taré merot wo tumo'tol in tawoien mengawéé roit ipatawang.
Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.
Wo intarépé' ilala'uso em pengaémaan iow kiit ing kawooan iow. Kamu maincaya' an tutuw kamu mawasa sumuun roit ipatawang, anaé intarépé' maincaya'o mangé en lumekep in sumuun in doit ipatawang itu.
Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.
Sa kita mawéé ang karapi in lekep en até, teriman oka i Amang Kasuruan sapa sé aiwééta kiit ing kawooanta. Ampa'paan si Amang Kasuruan ra'ica kawisa mako tumuntut ai cita e méé si ra'ica kawooanta.
Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
Yaku ra'ica mawasa mawes im pamuléngén iow wosama' em pamuléngén é tou walina maporak, taan icasalé'ku, kita mewali-wali tumawang im paperlun é tou walina kiit ing kawooan i esa wo si esa, wosama' puté em pamuléngén.
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
Anaé, aweso taré eng kalébéan iow intarépé', ro'na mawes en tumawang ing kakurangan éra an Yerusalem. Wosama' ka'i asi témpona sa, sapa eng kalébéan ai séra, ro'na mawes en tumawang ing kakurangan iow. Wo in taniitu puté em pamuléngan.
Seperti ada tertulis: ”Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”
Pakasa in itu tanu sé aipatic ang Kitap Le'nas: “Si tou sumuun keli, ra'ica wana eng kalébéan. Wo si tou sumuun pira, ra'ica wana eng kainaan.”
Syukur kepada Allah, yang oleh karena kamu mengaruniakan kesungguhan yang demikian juga dalam hati Titus untuk membantu kamu.
Icua ami makapulu'sama' a si Amang Kasuruan, ampa'paan an até i Titus winéan-Nao mai ing kasalé'an wangko' en tumawang icamu, an até i Titus meputé wo si an até ami.
Memang ia menyambut anjuran kami, tetapi dalam kesungguhannya yang besar itu ia dengan sukarela pergi kepada kamu.
Niénan i Titus em pinangilek ami e mangé ai camu, taan ra'ipé' pinangilek ami sia mangé, sia in esa awéano eng kasalé'an wangko' e maangé tumawang icamu.
Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil.
E maangé ra'ica si Tituske' in esa, yutus ami ka'i si esa poowta maéman mewali-wali wo sia maangé ai camu. Si poowta itu parayo-rayo am pakasa in jamaat ampa'paan en tawoienna makua in Abar Kaaruien andumoro' i Yesus Kristus.
Dan bukan itu saja! Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami.
Wo ra'ica siituke', si poowta itu ka'i aituru'o é jamaat eng kumarapi icami an tutuw ami maali in doit ipatawang an Yerusalem. Kami maarap en doit ipatawang itu e mamuali rarayo wo in sisiri' a si Amang Kasuruan wo ka'i mamuali tuus sapaoka kami uli-ulit masalé' tumawang.
Sebab kami hendak menghindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini.
Kami mareti-reti wosama' ra'ica wana tou e méé ing kaséaan ai cami an tutuw ami murus in doit keli anio'.
Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.
Ampa'paan casalé' ami e méma' im butul, ra'ica an diorke' i Amang Kasuruan taan an dior é tou ka'i.
Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu.
Mewali-wali wo si Titus wo si esa poow, yutus ami ka'i si esa poow walina mangé mewali-wali wo iséra. Si poow itu pinenguri-ngurio niuji, wo kinaséréano ami sapaoka sia masalé' sumémbong. Wo intarépé', sia lébé masalé' sumémbong icamu, ampa'paan sia uli-ulit mercaya icamu.
Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu; saudara-saudara kami yang lain itu adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus.
Si Titus karapiku matawoi en sumémbong ai camu. Wo sé rua poow itu, sé mangé ang karapina, séra sé tou ayutus é jamaat wo sé marayo wo masiri' si Kristus ang karapi im pakaselewir éra.
Karena itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu.
Ampa'paan in itu, ituru'o mio' en upus iow ai séra an tutuw séra maangé ai camu. Wo in taniitu pakasa sé jamaat am bia'i luminga oka in upus iow wo kailekan éra oka kéitu kami tatap marayo-rayo icamu ai séra.
Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu.
En ulitna ra'io sangali ipaticku ai camu andumoro' in doit tatawang en tumawang sé tou le'nas lengéi an Yerusalem.
Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: ”Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.” Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang.
Ampa'paan kailekankuo kamu masalé' mengatawang, wo kamu aitirayokuo a sé jamaat a Makedonia. Ipakuaku ai séra sapaoka kamu an sangkum in Akhaya tu'tulo méé in doit tatawang tumo'tolke' mai asi ta'un ilumangkoi. Wo eng kaincayaan iow imuwaso in até é kinakelian ai séra e mekiit méé roit tatawang.
Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam hal ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan,
Intarépé' yutusku si Titus wo sé rua poow itu mangé ai camu, ampa'paan kamu aitirayoo ami ai séra anaé ra'ica kiim ami e rarayo itu mara'i-ra'ike'. Anaé, lébé loor sa kamu tumu'tulo, tanu si aicuao ami ai séra sapaoka kamu wutu-wutul tu'tulo méé in doit tatawang.
supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama dengan aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia, sehingga kami – untuk tidak mengatakan kamu – merasa malu atas keyakinan kami itu.
Ampa'paan sa awéan tou a Makedonia kumiit ang karapiku maai ai camu sa, wo sérén éra sapaoka kamu ra'ipé' tu'tul, kami e malawi'. Ampa'paan aicua amio ai séra sapaoka kamu wutu-wutul percayan ami. Wo kamu ka'i in esa e malawi'.
Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya, agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.
Ampa'paan in ituo pawerotenku perlu mutus angé telu poow rumior angé a yaku. Tawangen oka éra kamu en tumu'tul in doit tatawang si aijanjio miow, wosama en doit tatawang itu tinu'tulo an tutuw ami imayo. Wo in taniitu, en doit tatawang iow itu wutu-wutul mamuali wéwéé ang karapi lekep en até wo ra'ica pinalesé'.
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Wéanio' rékén en anio': Si tou imuras in lulumbo wayake' im pira, tantu en upuunna wayake' im pira. Taan si tou imuras in lulumbo kumeli-keli, tantu en upuunna kumeli-keli.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Sa woo ro'na si esa wo si esa tou musti musé' an até e mengawéé. Tioo manesel mengawéé kuma'pa ampa'paan pinelesé'. Ampa'paan si Amang Kasuruan mengaupus sé tou sé mengawéé ang karapi in arui en até.
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Si Amang Kasuruan makawoo tumambérai ing kamang kumeli-keli ai camu, akar sé paperlun iow am baya-waya imaaweso. Wo in taniitu lébé kawooan iow méma' im pakasa sé loor.
Seperti ada tertulis: ”Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Ang Kitap Le'nas aipatic in tana'i andumoro' i Amang Kasuruan, “Sia e mengawéténg wo mengawéé a sé tou lengéi, sé niéma'-Na itu wutul wo awéan melala'us akar ing kauré-uré.”
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
Si Amang Kasuruan en tumu'tul in lulumbo torona i menganguma wo tumu'tul ing kakanen eng kanenta. Taniitu ka'i tu'tulen-Na wo émaan-Na oka makeli en lulumbo miow, wosama' kamu tatap mengéma-ngéma' im butul.
kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
Wo in taniitu émaan-Na oka kamu masiya' am baya-waya akar kamu meméé-méé ang karapi in lekep en até. Wo sé peméé-méé miow méma' oka keli en tou an Yerusalem kumua i makapulu'sama' a si Amang Kasuruan an tutuw ami maali mangé si aiwéé miow itu ai séra.
Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
Ampa'paan en tatawang si aiwéé miow anio' ra'ica asalo mawes sé imaina' asé tou le'nas, taan méma' oka keli en tou kumua i makapulu'sama' a si Amang Kasuruan.
Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,
Wo asi kasamaan in até sé aituru' miow itu, kelian oka en tou an Yerusalem rumayo si Amang Kasuruan ampa'paan séra isumeréo icamu wutu-wutul menonou makiit wutul in Abar Kaaruien andumoro' i Yesus Kristus. Wo ka'i séra rumayo si Amang Kasuruan ampa'paan kamu wutul lekep en até mawéé in tatawang ai séra wo a sé pakasa in tou walina.
sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu.
Wo kamu isombayang wo lelon oka éra, ampa'paan séra isuméré in upus aitambér i Amang Kasuruan si lumepe- lepet ai camu.
Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
Mayoo kita kumua i makapulu'sama' a si Amang Kasuruan ampa'paan ra'io icakua en aiwéé-Na itu.
Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
Awéan ai camu makua sapaoka aku toloindé' en tumegor sa ang karapi miow, taan branike' tumegor sa mentayangan wo icamu. Ampa'paan in ituo ita'néiku ai camu ang karapi i ngaran i Kristus si ko'kos en até wo sama' en até,
Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
wo pangilekenku tioo émaan iow aku repet en tumegor icamu an tutuwku maai ai camu sa. Ampa'paan aku mawasa en tumegor in depet sé tou makua icami asalo menonou mengakiit ing kasalé'an ing kayo'baan.
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
Kami wutu-wutul menonoué' ang kayo'baan, taan kami maraméji ra'ica mengakiit im basa ing kayo'baan.
karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Em pakakas paperang sé pengapakén ami ra'ica pakakas paperang asi cayo'baan anio' owo, taan em pakakas paperang asi Amang Kasuruan si makakawasa. Wo ang karapi im pakakas paperang itu tongkaren ami em bénténg-bénténg.
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Tangkisen ami em pawasa-wasan léwo' wo tongkaren ami em bénténg-bénténg ing katirayoan é tou sé mengaéma' séra ra'ica makatuus si Amang Kasuruan. Kawasan ami em bewerot é tou wo maali iséra le'tek a si Kristus.
dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
Wo sa kamu wutu-wutulo le'tek a si Kristus, kami tu'tul mukum pakasa in tou sé ra'ica le'tek a si Kristus.
Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.
Séréno sapa sé an dior iow. Sa tou maéman sapaoka sia anu i Kristus, sia in esa ka'i musti merot icami anu i Kristus kaputéna.
Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu.
Ra'ica malawi' aku sa talosoo matirayo ing kawasa si aiwééo i Amang Kasuruan ai cami. Ampa'paan eng kawasa itu aiwéé i Amang Kasuruan e méé ing kaketeran am paémanen iow, ra'ica in tumeri im paémanen iow.
Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku.
Ra'ica kiimku paweroten iow sapaoka kamu pangindé-ngindéénku an surat-suratku.
Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.
Ampa'paan awéan e makua “E nunuwu' i Paulus an surat-suratna repet keli wo uter, taan sa sia an unerta em perina ra'ica tanu si an surat wo e nunuwu'na ra'ica wana en torona.”
Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.
Anaé, wayao mio' sé tou manuwu' tanu siitu makailek in tou sapaoka em pengaémaan ami kasake' meputé tanu si aipatic ami an surat si binaca miow. Sérén oka miow an tutuw ami maai ai camu.
Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!
Tantu kami ka'i ra'ica brani ipeputé kuma'pa méma' in owak ami kaputé é tou marayo in owak in esa. En ulitna séra bodok ampa'paan séra mengaukurke' in owak éra mengapaké in ukuran in esa. Pengapeputé éra en owak éra ang karapi in owak in esa.
Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga.
Taan kami ra'ica tanu siitu. Ra'ica kiim ami marayo sé ang kesot in tawoien si aiwééo ai cami. Kami asalo mengarayo in tawoien si aitantuo i Amang Kasuruan ai cami. Wo kamu sé tou Korintus icauntepo an tawoien ami.
Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.
Ampa'paan icamio en diorai maali mai in Abar Kaaruien andumoro' i Yesus Kristus ai camu. Anaé, sa kami tumirayo in owak ampa'paan icamu, kami ra'ica talos tumirayo tanuoka kéndo' kami ra'ipé' sumangkum ako mai ai camu.
Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami.
Kami ra'ica mengatirayo in tawoien sé niéma' é tou walina an tampa sé ra'ica aitantu ai cami. Taan paarapen ami sapaoka an tutuw em paémanen iow makaketer, makaawes ka'i kamu marayo icami ampa'paan en tinawoi ami an uner iow an sangkum im patawoian si aitantuo i Amang Kasuruan.
Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka.
Wo in taniitu, kami ro'na kumua in Abar Kaaruien itu a sé tou ang kesot ing Korintus. Wo kami ra'io sangali tumirayo in owak ampa'paan in tawoien é tou walina sé aitantuo in tawoien éra.
”Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
Aipatic ang Kitap Le'nas, “Sa awéan tou sé mengasalé' mengatirayo, aweso taré sia tumirayo sapa sé niéma'o i Casuruan.”
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
Ampa'paan ra'ica si tou mengatirayo in owakna in esa si wutul am beren i Casuruan, taan si tou ipatirayo-tirayo i Casuruan, siao si wutul am beren-Na.
Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!
Yaku masalé' rumayo toyo' in owakku mandé en itu tanuoka im paémaan é tou bodok, anaé pekiupusenku ai camu wosama' lumesen toyo' luminga sé icuaku. Ulit kamu taloso talesen a yaku!
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Kamu icae'bowku tanuoka si Amang Kasuruan manganat icamu. Kamu tanuoka si esa mangala'un si ra'ipé' sumangkum ako tumekel ang karapi i tuama, si aijanjikuo icawéng wo si esa tuama, siao si Kristus.
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Taan en caindé'ku em bewerot iow kauwakan akar ra'io ka'i wutu-wutul le'tek a si Kristus, kaputé i Hawa indior ka'i kinatawéran i ula' ampa'paano im pakauwak i ula' itu.
Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.
Ampa'paan kamu pakasérén talesenke' tumerima si esa tou mai wo masusui ai camu andumoro' in sususuien si ra'ica meputé wo sé ipasusui ami andumoro' i Yesus. Wo kamu ka'i tumerima i roh si ra'ica meputé wo i Roh Le'nas kuma'pa Abar Kaaruien si wutu-wutul ra'ica meputé wo in abar kaaruien si sumangkumo tinerima miow ai cami.
Tetapi menurut pendapatku sedikit pun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.
Yaku uli-ulit ra'ica mendam lébé wawa' wo sé ruru'du'- an wangko' itu.
Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.
Mandé ka'i aku ra'ica pinter maroma', taan andumoro' ing kakailekan yaku ra'ica tou bodok. Aituru'o ami en itu ai camu am pakasa in témpo wo am baya-waya.
Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
An tutuwku makua in Abar Kaaruien i Amang Kasuruan ai camu, yaku ra'ica imangilek ongkos ai camu mandé waya'ke' im pira. Wo in taniitu iwawa'ku en owakku e rumangka' icamu. Meséa' réén sé niéma'ku itu? Tantu ra'ica!
Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
An tutuwku mengaselewir ai camu, yaku mengakéré roit asé jamaat an sangkum walina. Ro'na icua sapaoka rinombitkuo en doit é jamaat walina itu en sumelewir ai camu.
Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorang pun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.
Wo an tutuwku lengéi an uner iow, ra'ipé' kawisa mako aku sumusa mandé esake' tou ai camu. Pakasa sé paperlunku tinu'tul é poo-poow an esa paémanen sé imai a Makedonia owo. Tinéiranku sumama-sama' en owakku wosama' aku ra'ica mamuali pamuléngen iow an sapa-sapaanke', wo émaanku oka melala'us tanu siitu.
Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapa pun di daerah-daerah Akhaya.
En darayoku itu ra'ica toro kalaan é séike' mangé an Akhaya, ampa'paan en sususuien wutul i Kristus an untepo in atéku.
Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.
Kéitu réén icuaku in taniitu? Ra'ica réén icaupusku kamu? Kailekan i Amang Kasuruan kamu icaupusku.
Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
Sapa em pinengaéma'ku intarépé' si ra'ica tumerima in tatawang ai camu pengéma-ngémaanku oka. Wo in taniitu sé ruru'du'an wangko' itu ra'io toro ka'i rumayo in owak wo kumua em pengaémaan éra meputé wo sé niéma' ami.
Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
Ampa'paan sé tou tanu siitu, sérao sé ruru'du'an ra'ica wutul. Séra matawoi mauwak ang karapi i mengaéma' in owak tanuoka woo ruru'du'an i Kristus.
Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.
Kamu ra'ica sangali mangaya'ka' andumoro' in itu. Ampa'paan si kikiiten é sétang mengaéma' in owak tanuoka woo si malaékat in sendot!
Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
Anaé, tioo ka'i kamu mangaya'ka' sa sé mengaselewir asi kikiiten é sétang mengaéma' in owak tanuoka woo sé mengaselewir im butul. Eng kasiwakana séra tumerima in susuli' sé patus teriman éra kiit si pinengaéma' éra.
Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku pun boleh bermegah sedikit.
Icuaku sumawel: Tioo awéan tou mawerot yaku anio' tou bodok. Taan sa wutul awéan tou mawerot yaku tanu siitu, iwayao mai aku tou bodok anio' tumirayo toyo'.
Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.
Ipatirayo-tirayoku sapa sé niéma'ku, wo sapa si aicuaku itu ra'ica airu'du' i Casuruan taan si aicuaku itu tanu ing kanaramen si pengakua i tou bodok e matirayo in owak in esa.
Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.
Ulit keli en tou marayo-rayo in owak éra makiit ing kasalé'an ing kayo'baan, wo icasalé'ku ka'i tumirayo in owak.
Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
Ampa'paan kamu talesen masaru sé tou bodok, kamu tumalosoo taré eng kapinter!
karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.
Ipakawayake' miow sé tou sé mengaata icamu, sé mengaindo pakasa in anu miow, sé mengaindo ing kauntungan ai camu, sé mendam irumangka' mai wo icamu, wo sé ra'ica mindé' mengasepé' in amo miow.
Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka aku pun – aku berkata dalam kebodohan – berani juga!
Mandé kai malawi', musti icuaku sapaoka kami maindé'ke' mengaéma' tanu sé pengaémaan éra. Taan sa sé tou walina ra'ica maindé' marayo in owak éra, mandé ka'i kalingaan tanuoka im pakaroma' é tou bodok, yaku ka'i ra'ica maindé' rumayo in owak.
Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
Ipakua éra sapaoka séra tou Ibrani. Yaku ka'i tou Ibrani! Ipakua éra ka'i séra tou Israel. Yaku ka'i tou Israel! Ipakua éra ka'i sapaoka iséra taranak i Abraham. Taniitu ka'i aku taranak i Abraham!
Apakah mereka pelayan Kristus? – aku berkata seperti orang gila – aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.
Wo ipakua éra sapaoka séra sé tou maselewir si Kristus. Yaku maroma' tanuoka tou nganga', yaku mengaselewir asi Kristus ilumébé mai ai séra. Yaku matawoi ilumébé mai wo ing kare'dem éra, makakeli-keli ipauntep am bui, makakeli-keli pengaokoien, wo makakeli-keli matawio imaté.
Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,
Makalimao aku pinaokoi é tou Yahudi pengasamboken wo susur aku in samboken, makatelu ngapulu' siow eng kakelina.
tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
Makateluo aku pinangkur im beka', makasa aku winangkil im batu wo makatelu sumangkum mai eng kapal misio kumandas, wo makasa aku ipawolé-woléi an uner in ta'sic sangando wo sangawengi.
Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
Am bawayaanku makakeli-keli mengakawali ang kawangkuran, tanu mai icawangkur an doyongan sumonop, pengakasua' asé marampok, ipengawangkur é touku Yahudi wo ka'i sé tou ra'ica Yahudi, icawangkur ang kota, icawangkur an tana' kapayasan, icawangkur an uner in ta'sic, wo ka'i pengawangkur é tou sé makua sapaoka séra poo-poowta esa am paémanen a si Kristus mandé en ulitna séra ra'ica maéman.
Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,
Yaku ra'ica mento' menawo-nawoi akar i makepé, yaku makakeli-keli ra'io matekel, ra'io makan, ra'ica maelep, makakeli-keli ka'i ra'io wana kakanen, kautingan ampa'paan eng karai ra'ica maawes.
dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.
Wo aluar asé im pakasa itu, susur in endo aku mendam im pamuléngen in até mawerot ing kaadaan é pakasa in jamaat.
Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?
Sa linganku awéan tou an jamaat ra'ica keter, yaku ka'i makapendam ra'ica keter. Sa linganku awéan tou icasangkil ang kamesé-meséaan, en atéku tanuoka makateri-teri ampa'paan im bendu.
Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.
Sa aku musti tumirayo in owakku in esa, yaku asalo mengatirayo sé andumoro' sé ra'ica keter an owakku.
Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta.
Si Amang Kasuruan, Amang i Apo' Yesus, kailekan-Na aku ra'ica matowo. Irayoo mangé si Amang Kasuruan akar ing kauré-uré.
Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku.
An tutuwku ang kota Damsyik, si gubernur si niangkai i colano Aretas masalé' tumangka' yaku wo irumu'du' sé suraro en tuméir im papalen ing kota itu.
Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.
Taan aku ayuntep é kara-karapiku an esa karanjang wo itumpa kiit an jandéla asi ri'dir mésel ing kota itu. Wo in taniitu aku ra'ica kinatangkaan i gubernur itu.
Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
Yaku musti tumirayo andumoro' in owakku, mandé ka'i en itu ra'ica wana torona. Taan icasalé'ku tumirayo andumoro' sé ipapaturu' i Casuruan a yaku.
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau – entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
Katuusanku si esa tou maéman a si Kristus, sia tumarépé'anke'mai icaangkai angé asi salé' katelu an sorga sangapulu' epat ngata'un ilumangkoio. Ra'ica kailekanku en owakna wutu-wutul icaangkai angé kuma'pa en itu asalo ipapaturu'an, si Amang Kasuruanke' e makailek.
Aku juga tahu tentang orang itu, – entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya –
Icuaku ka'i sumawel: kailekanku andumoro' i tou itu, taan ra'- ica kailekanku en owakna wutu-wutul aicaangkai angé kuma'pa asalo esa ipapaturu'an. Wayake' si Amang Kasuruan e makailek.
ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
Si tou itu tumarépé'anke'mai icaangkai angé an Firdaus wo iluminga inunuwu sé ra'io icakua, wo ra'ica kasisilan é tou.
Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
Wo si patirayoku andumoro' i tou itu, ra'ica ipatirayoku en owakku. Taan sa aku tumirayo andumoro' in owakku in esa, en tirayoku wayake' andumoro' sé ra'ica keter an owakku.
Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
Sa woo aku masalé' rumayo in owakku in esa, yaku ra'ica tou bodok, ampa'paan em pakuaku sé wutul. Taan aku tumang in owak wo ra'ica tumirayo sé aipapaturu itu, ampa'paan ra'ica casalé'ku kamu en numilai yaku ilumébé wo in sapa sé sinéréo miow kuma'pa sé liningao miow a yaku.
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Taan wosama' aku ra'ica talos tumirayo ampa'paan pinapaturu'an ing kakaya'kaan itu, anaé an owakku winéan esa tutuné. En itu aiwéé i kikiiten é sétang e méma' aku mawendu wosama' ra'ica tumirayo.
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Makateluo aku mekiupus a si Casuruan wosama' en sakit itu angkaienai a yaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Taan en aisowat i Casuruan a yaku, “En upus aitambér-Ku aweso ai co. Ampa'paan eng kawasa-Ku makaleke-lekep oka sa ko ra'ica keter.” Ampa'paan in itu yaku lébé masalé en tumirayo sé ra'ica keter an owakku. Ampa'paan an tutuw aku ra'ica keter, eng kawasa i Kristus awéan mewali-wali wo yaku.
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Ampa'paan in ituo en atéku arui an tutuw aku ra'ica keter. Yaku ka'i arui mandé ipaséro', mawendu, pinaokoi, ang kasusaan ampa'paan makiit asi Kristus. Ampa'paan an tutuw aku ra'ica keter, yaku maketer ampa'paan i Kristus.
Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.
Yaku rumayoo in owakku in esa tanuoka sé tou bodok. Taan kamuo sé ilumesé' akar aku méma' tanu siitu. En ulitna icamuo si musti mengarayo yaku tanu siitu. Ampa'paan mandé ka'i aku anio' ipakua é tou ra'ica makailek in sapa-sapa, taan am baya-waya yaku ra'ica kaindoan é ruru'du'an wangko' itu.
Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.
An tutuwku mewali-wali wo icamu, sinéréo miow in esa en tuus sapaoka aku anio' ruru'du'an, ampa'paan niéma'kuo sé tuus wo sé kakaya'kaan wo sé pengéma-ngémaan wangko'. Niéma'ku pakasa en itu ang karapi in talesen.
Sebab dalam hal manakah kamu dikebelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dari pada dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini!
Paweroten iow réén ra'ipé' awes em pakatawangku ai camu? Pakasa sé niéma'ku ai camu itu meputé sé niéma'ku a sé jamaat walina. Sa aweané' si ra'ipé' niéma'ku ai camu, tantu si esa anio', yaku ra'ipé' kawisa mako irumu'du' icamu tumanggong ing kaperluanku. Sa en itu nianggap iow meséa', ampunganai aku.
Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya.
Intarépé' aku mawasa-wasao ing kumatelu maai ai camu. Wo ra'ica icasalé'ku sumusa icamu, ampa'paan aku maai mangéré in owak iow, ra'ica mai mangéré ing kasiyaan iow. En ulitna ra'ica sé toyaang e mangaéré roit e mongkos sé matu'ana, taan sé matu'ao e musti mangaéré roit e mongkos sé toyaangna.
Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang dikasihi?
Anaé, ang karapi in arui en até icasalé'ku maké im pakasa sé a yaku en isumelewir icamu, lébé-lébé eng katouanku in esa ka'i icasalé'ku iwéé ai camu. Kamu icaupusku keli, kéitu réén makaina'ke' en upus iow a yaku?
Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi – kamu katakan – dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
Kailekan iow sapaoka aku ra'ica kawisa sumusa icamu an tutuwku mewali-wali wo icamu. Taan awéan tou an uner iow makua sapaoka aku pinter mengasali'si' i nunuwu' wo mengauwak e mindo ing kauntungan ai camu.
Jadi pernahkah aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka, yang kuutus kepada kamu?
Asé tou sé ayutusku ai camu, awéano réén ai séra sé mindo ing kauntungan ai camu?
Memang aku telah meminta Titus untuk pergi dan bersama-sama dengan dia aku mengutus saudara yang lain itu. Adakah Titus mengambil untung dari pada kamu? Tidakkah kami berdua hidup menurut roh yang sama dan tidakkah kami berlaku menurut cara yang sama?
Airu'du'kuo si Titus mai ai camu, wo rumu'du' si poow esa am paémanen walina mangé mewali-wali wo isia. Mindo réén ing kauntungan si Titus ai camu? Em perina wo em periku meputé wo taniitu ka'i em pakatawoi.
Sudah lama agaknya kamu menyangka, bahwa kami hendak membela diri di depan kamu. Di hadapan Allah dan demi Kristus kami berkata: semua ini, saudara-saudaraku yang kekasih, terjadi untuk membangun iman kamu.
Ang kauré miow maca in surat anio', weroten réén miow sapaoka kami asalo méla in owak an dior iow? Ra'ica tanu siitu! Kailekan i Amang Kasuruan sapaoka pakasa sé ipakua ami itu makiit ing kasalé'an i Kristus. Poo-poow sé icaupusku, sapa sé niéma' ami, en itu e méé ing kaketeran am paémanen iow.
Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
Em ipaindé-indé'ku sapaoka an tutuw aku maai ai camu kéréanku kamu ra'ica tanu im pinaarapku, wo kaséréan iow ka'i aku ra'ica tanu si paarapen iow. Ipaindé-indé'ku oréoka awéan sé mengindo-indoan roma', mengkanatan, mengkae'bowan, mengawerotke' in owakna in esa, mengaroros, memaa-maar a sé tou andumoro' sé raica wutul, mengatirayo wo mengalicoko.
Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.
Em paindé-indé'ku an tutuwku maai sa, yaku iwawa' i Amang Kasuruan an dior iow wo aku mawendu ampa'paan kelian sé an uner iow indior sé mengaéma' ing kamesé-meséaan wo ra'ipé' mape'dis mengéma-ngéma' sé karican, mengabersina, wo mengaéma' ing kasalé'an in owak sé ra'ica wutul.
Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.
Asi kumatelu anio' woo aku masalé' maai ai camu. Ang Kitap Le'nas aipatic, “Susur in awéan perkara musti awéan kasairian é rua kuma'pa telu tou, wo em perkara itu uli-ulit ro'na percayan.”
Kepada mereka, yang di masa yang lampau berbuat dosa, dan kepada semua orang lain, telah kukatakan terlebih dahulu dan aku akan mengatakannya sekali lagi – sekarang pada waktu aku berjauhan dengan kamu tepat seperti pada waktu kedatanganku kedua kalinya – bahwa aku tidak akan menyayangkan mereka pada waktu aku datang lagi.
Asi keaiku kumarua, isumangkumo ta'néiku a sé tou sé iméma'o ing kamesé-meséaan wo ka'i a sé tou walina wosama' mentoo mio' mengéma-ngéma' ing kameséaan. Wo intarépé', ang karoro'an aku mentayangan wo icamu, ta'néiku sumawel sapaoka sa aku maai sa, repetanku oka en tumindak sé pakasa in tou sé mengéma-ngéma'pé' ing kamesé-meséaan.
Karena kamu ingin suatu bukti, bahwa Kristus berkata-kata dengan perantaraan aku, dan Ia tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa di tengah-tengah kamu.
Yaku oka en tumuru' in tuus sé icasalé' miow sapaoka aku airu'du' i Kristus e rumoma' ai camu. Sa romaan-Na kamu romaan-Na oka ra'ica in lemé', taan turu'-Na eng kawasa-Na an uner iow.
Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.
Wutul an tutuw i Kristus aisalip, Sia lembi, taan Sia menonou ampa'paano ing kawasa i Amang Kasuruan. Kami ka'i ra'ica keter tanu si Kristus, taan kami ka'i menonou tanu si Kristus ampa'paano ing kawasa i Amang Kasuruan. Anaé, tindaken oka ami ang karapi ing kawasa i Amang Kasuruan torona ing kalooran iow.
Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
Ujin owo sumama-sama' en owak iow sapaoka kamu wutu-wutul menonou maéman a si Kristus kuma'pa ra'ica! Ujino sumama-sama'. Ra'ica réén parcayan iow sapaoka si Kristus Yesus menonou an untep in owak iow? Sa ra'ica taniitu, kamu ra'ica talesen im paujin.
Tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji.
Paarapenku kakailekan oka miow sapaoka kami talesen im paujin tanu ruru'du'an i Kristus.
Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji.
Isombayang ami a si Amang Kasuruan wosama' kamu ra'io mengaéma' ing kaséaan. Isombayang ami tanu siitu, ampa'paan icasalé' ami kamu méma' sé loor. Ra'ica ampa'paan icasalé' ami en tumuru' sapaoka kami talesen im paujin tanu ruru'du'an i Kristus. Ra'ica sapa-sapa sa kami paweroten tanu tou si ra'ica talesen im paujin.
Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran.
Ampa'paan kami ra'ica toro mengaéma' sé mensunduran wo in sususuien wutul i Casuruan. Si ro'na émaan ami asalo makiit in sususuien wutul itu.
Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.
Arui kami sa kamu keter, mandé ka'i kami ra'ica keter. Isombayang ami wosama' kamu maréng sumawel menonou wutul.
Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.
Ampa'paan in ituo aipaticku en surat anio' an tutuw aku ra'ipé' an uner iow. Wo in taniitu sa aku maai sa, ra'io sangali repetanku en tumindak icamu ang karapi imaké ing kawasa aiwéé i Amang Kasuruan a yaku. Eng kawasa itu aiwéé a yaku e méé ing kaincayaan am paémanen iow, ra'ica in tumeri.
Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!
Anaé é poo-poow, maaru-aruio mangé, wutuleno em peri miow si suméa'. Terimano mangé pakasa en sina'uku! Meesao mangé en até wo em bewerot iow wo menonouo mangé ang kaeluran. Si Amang Kasuruan, pelemboian in upus wo ing kaeluran, mewali-wali oka wo icamu!
Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu.
Membém-béano mangé in siri' si esa wo sé walina ang karapi wuta in upus tanu poow sé maéman a si Kristus. Pakasa in tou le'nas am bia'i icumirimai in siri' ai camu.
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
En upus aitambér i Apo' Yesus Kristus wo en upus i Amang Kasuruan wo em paesaan i Roh Le'nas mewali-wali wo icamu im baya.