Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup – itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
En surat anio' andumoro' in Taar si mengawéé ing katouan. En Taar anio' awéano asi kataré-taré si liningao wo sinéréo ami in esa. Wo tinimboiano ami ka'i ing kama ami in esa.
Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
En Taar si mengawéé ing katouan itu mewali-wali wo si Amang an sorga. Sia imayo wo sinéréo ami. Ampa'paan in itu aisairi ami wo icua ami ai camu andumoro' ing katouan akar ing kauré-uré.
Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
Intarépé' icua ami ai camu sapa sé sinéréo wo liningao ami ai Sia. Wo in taniitu kamu ro'na menonou meesa wo icami. Wo kita im baya ka'i menonou meesa wo si Amang wo si Toyaang-Na Yesus Kristus.
Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Pakasa en anio' aipatic ami wosama' en atéta wutu-wutul arui.
Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Si anioo en abar sé liningao ami asi Toyaang-Na wo icua ami ai camu, tana'i: Si Amang Kasuruan itu sendot, wo ai Sia itu uli- ulit ra'ica wana kariréimbengan.
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
Sa icuata sapaoka kita menonou meesao wo Sia taan eng katouanta ang kariréimbenganné', kita itumowoo wo ra'ica mengaéma' in sususuien wutul.
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Taan sa kita menonou an sendot meputé ka'i wo Sia an sendot, tantu kita menonou imeesa wo sé tou walina. Wo pakasa eng kamesé-meséaanta wu'asan oka in enda' i Yesus Toyaang-Na.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Sa icuata sapaoka kita ra'ica wana kamesé-meséaan, kita imuwako in owakta in esa wo en sususuien wutul ra'ica an atéta.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Taan sa pangakunta eng kamesé-meséaanta ai Sia, tantu kita ampungan-Na. Sia wutu-wutul le'tek an janji-Na wo ra'ica marapit, ampa'paan in ituo ampungan-Na oka eng kamesé-meséaanta wo le'nasen-Na oka kita asé kaléwo-léwo'an sé niéma'ta.
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
Sa icuata sapaoka kita ra'ica kawisa mako méma' ing kamesé-meséaan, en itu meputéo icuata Sia itu kotowo wo en Taar-Na ra'ica an atéta.
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
Toya-toyaang sé icaupusku! Ipaticku andumoro' sé anio' ai camu wosama' kamu tioo mengaéma' ing kamesé-meséaan. Taan sa awéan tou mengaéma' ing kamesé-meséaan, sia awéan e makawali en tumawang sia an dior i Amang. Siao si Yesus Kristus si ra'ica marapit.
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Sia imaté mamuali raragés wosama' pakasa eng kamesé-meséaanta ro'na ampungan-Na. Wo ra'ica ing kamesé-meséaantake' en ampungan, taan ka'i eng kamesé-meséaan é pakasa in tou ang kayo'baan anio'.
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Sa pengakiitenta em perénta-perénta i Amang Kasuruan, si- ituo en tuusna kita makatuus Sia.
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
Si séi si mengakua, “Katuusanku si Amang Kasuruan” taan ra'ica mengakiit im perénta-Na, sia itu kotowo wo en sususuien wutul ra'ica an aténa.
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Taan si tou makiit in taar-Na, sia itu uli-ulit mengaupus si Casuruan. Wo ang karapi in tuus itu kailekanta sapaoka kita menonouo esa wo si Casuruan.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Si séike' mangé si mengakua sa sia imeesao wo si Casuruan, em pakatouna ka'i musti meputé wo im pakatou i Kristus.
Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
Poo-poow sé icaupusku, sé aipaticku anio' ra'ica perénta weru ai camu, taan perénta uré sé pinalingao miow indior. Em perénta uré itu, siituo en Taar si sumangkumo pinalinga miow.
Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
Taan em perénta si aipaticku anio' ro'na mamuali perénta weru, ampa'paan em perénta anio' wutu-wutul pinengaéma' i Yesus, wo émaan iow ka'i en itu. Ampa'paan eng kariréimbengan ang karoro'ano icatala wo en sendot wutul mato'tolo masendot.
Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
Si séi si mengakua sa sia menonou an sendot taan icasuutna si poowna, sia tanuoka menonou ang kariréimbengan akar intarépé'.
Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
Si séi si mengaupus si poowna, sia wutu-wutul an sendot wo ra'ica wana an owakna e ro'na méma' sé tou walina icasélé'kow akar méma' ing kameséaan.
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Taan séi si masuut si poowna, sia itu ang kariréimbengan, ampa'paan sia menonoué' ang kariréimbengan. Wo ra'ica kailekanna am bisa en angéanna ampa'paan e riréimbeng itu tanu iméma'o isia mawola.
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.
Aipaticku ai camu, éi toya-toyaang, ampa'paan eng kamesé-meséaan iow niampungano mai ang karapi ingaran i Kristus.
Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.
Aipaticku ka'i ai camu, éi amang-amang, ampa'paan kinatuusano miow Sia si awéano asi kataré-taré an tutuw ra'ipé' niéma' eng kayo'baan. Aipaticku ka'i ai camu, éi tou wo'bas, ampa'paan kinalao miow si léwo'.
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.
Aipaticku ai icamu, éi toya-toyaang, ampa'paan kamu makatuuso si Amang. Aipaticku ka'i ai camu, éi amang-amang, ampa'paan kamu makatuuso Sia si awéano asi kataré-taré an tutuw ra'ipé' niéma' eng kayo'baan. Aipaticku ka'i ai camu, éi tou wo'bas, ampa'paan em paémanen iow keter. Wo en Taar i Casuruan menonou an até miow wo si léwo' kinalao miow.
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Tioo kamu mengaupus ing kayo'baan anio' wo sé an untepna. Sa icaupus iow eng kayo'baan anio', ra'ica icaupus iow si Amang.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Ampa'paan pakasa sé ang kayo'baan anio', tanumai: kasalé'an in owak sé ra'ica loor, kasalé'an i makéré sapa en sinéré, wo katirayoan ampa'paan keli eng kasiyaan. Pakasa en itu ra'ica asi Amang, taan asi cayo'baan owo.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Eng kayo'baan anio' wo pakasa eng kasalé'an in tou ang karoro'an icatala. Taan en tou sé mengaéma' ing kasalé'an i Amang Kasuruan, tatap menonou akar ing kauré-uré.
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
Toya-toyaangku, asi oras anio' makatawio en endo kaka'puan ing kayo'baan. Wo sumangkumo lininga miow sapaoka maai oka si kaséké' i Kristus, wo intarépé' kelio sé kaséké' i Kristus mapaturu'o mai. Wo in taniitu kakailekantao sa si endo kaka'puan ing kayo'baan makatawio.
Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
Mémang séra itu tou an unerta owo, taan séra itu ra'ica touta. Ampa'paan sa séra itu touta, tantu séra kasake' mewali-wali wo icita. Taan ampa'paan séra itumanéo wo icita, en itu mamuali tuus sa séra itu ra'ica touta.
Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
Taan tinerimao miow e Roh Le'nas asi Yesus Kristus owo, ampa'paan in itu kamu im baya makaileko in sususuien wutul.
Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Aipaticku en anio' ai camu, ra'ica ampa'paan kamu ra'ica makailek in sususuien wutul itu, taan ampa'paan kailekan iow en sususuien wutul itu wo ka'i kailekan iow sapaoka ra'ica wana en towo asi sususuien wutul itu.
Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
Si séi réén si kotowo itu? Tantu si tou mengasangkal si Yesus itu Kristus. Siao si kaséké' i Kristus wo mengasangkal si Amang wo ka'i si Toyaang.
Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
Si séi si mengasangkal si Toyaang, sia ra'ica wana Amang. Taan si séi si mangaku si Toyaang, tantu sia makaanu si Amang.
Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
Anaé, sapa sé pinalingao miow tumo'tolke' mai asi kataré an tutuw kamu maémano, en itu musti yéma' miow sumama-sama' an até miow. Wo in taniitu kamu kasake' menonou meesa ang karapi i Toyaang wo ka'i si Amang.
Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
Wo si anioo en aijanji-Nao in esa ai cita: kita menonou oka akar ing kauré-uré.
Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
Pakasa sé aipatickuo anio', andumoro' é tou sé rumaméji in sumélé'kow icamu.
Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
Wo andumoro' icamu in esa, si Casuruan imééo mai i Roh Le'nas eng kumawasa icamu wo akar intarépé' e Roh Le'nas itu awéané' ai camu. Anaé kamu ra'io sangali susuian é tou walina, ampa'paan kamu penusu-nusuian i Roh Le'nas andumoro' im pakasa in itu. Wo sapa en aisusui-Na itu wutul wo ra'ica towo. Tinerimao miow en sususuien itu ai Sia, ampa'paan in itu kamu musti menonou angé meesa wo si Kristus.
Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
Anaé intarépé', toya-toyaangku, menonouo mangé meesa wo si Kristus, wo in taniitu, kita ra'ica oka maindé' wo ra'ica malawi' meta'up wo Sia an tutuw-Na maai sumawel.
Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
Sa kailekan iow Sia itu wutul, musti ka'i kailekan iow sa sé tou sé mengaéma' im butul, séra ituo sé toya-toyaang i Amang Kasuruan.
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Weroteno mio' sumama-sama', wangko' ulit en upus i Amang Kasuruan ai cita, akar cita patuulen toya-toyaang-Na. Wo ulit kita anio' toya-toyaang i Amang Kasuruan. Ampa'paano in itu sé tou makiit ing kayo'baan léwo', séra ra'ica makatuus cita' ampa'paan séra ra'ica makatuus si Amang Kasuruan.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Poo-poow sé icaupusku, intarépé' kita toya-toyaang i Amang Kasuruan, taan ra'ipé' kailekanta tuu tambisa e mamuali ai cita sa. Taan eng kailekanta, an tutuw i Kristus maai sumawel, kita mamuali oka tanu Sia wo wutu-wutul kaséréanta oka en owak-Na.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Sé tou maarap tanu siitu ai Sia, musti téiranna sumama-sama' eng katouanna wosama' le'nas meputé wo si Kristus itu le'nas.
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Wo si tou mengaéma' ing kamesé-meséaan, sia ka'i sumunduro im perénta i Amang Kasuruan. Ampa'paan sa sumundur im perénta-Na, en itu kamesé-meséaan.
Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
Kailekan iow sapaoka si Yesus imayo en tumu'bus ing kamesé-meséan, wo ai Sia ra'ica wana kamesé-meséaan.
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Si tou kasake' menonou meesa ang karapi-Na, si tou itu ra'io ka'i mengaéma' ing kamesé-meséaan. Taan si tou mengaéma'pé' ing kamesé-meséaan, sia itu ra'ipé' isuméré si Yesus wo ra'ica makatuus Sia.
Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
Toya-toyaangku, kamu ra'ica toro isélé'kow é tou walina. Séi si maéma' im butul, sia itu tou wutul puté wo si Kristus itu wutul.
barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
Taan si séi si mengéma-ngéma'pé' ing kamesé-meséaan, sia itu anu i kikiiten é sétang, ampa'paan si kikiiten é sétang itu tumo'tolke' mai indior mengéma-ngéma' ing kamesé-meséaan. Taan si Toyaang i Amang Kasuruan maai en tumeri im pakasa sé pengaémaan i kikiiten é sétang.
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
En tou si mamualio toyaang i Amang Kasuruan, sia itu ra'- io mengéma-ngéma' ing kamesé-meséaan ampa'paan em peri i Amang Kasuruan menonou an owakna. Sia ra'io ka'i mengéma-ngéma' ing kamesé-meséaan, ampa'paan sia imamualio toyaang-Na.
Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.
Si anioo en tuus toya-toyaang i Amang Kasuruan wo toya-toyaang i kikiiten é sétang: En tou si ra'ica maéma' im butul wo ra'ica mengaupus sé poo-poowna, sia itu ra'ica asi Amang Kasuruan owo.
Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
Si anioo en abar si liningao miow tumo'tolai indior an tutuw kamu werupé' maéman: kita musti meupu-upusan.
bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Kita ra'ica toro kaputé i Kain si kinawasa i kikiiten é sétang, wo imaté si tuarina in esa. Kéitu réén pinaténa si tuarina itu? Ampa'paan pakasa sé niéma'na itu léwo' wo sé niéma' ituarina itu wutul.
Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
Poo-poow, tioo kamu mangaya'ka' sa sé tou makiit ing kayo'baan léwo', masuut ka'i ai camu.
Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
Kita icumesoto asi papaté wo méra a si katouan. Kailekanta en itu ampa'paan sé poo-poow ipaupu-upusta. Taan séi si ra'ica mengaupus, sia tatap am papaté.
Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
Si séi e masuut si poowna, sia itu mapaté tou. Wo kailekan iow ra'- ica wana sé mapaté tou makaanu ing katouan akar ing kauré-uré.
Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Kailekanta en upus wutul asi Kristus owo. Aiwéé-Nao en owak-Na akar imaté toronata. Ampa'paan in ituo kita musti méé in owakta akar imaté torona é poo-poowta.
Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
Sa awéan tou en lumébé mai eng kasiyaanna wo sérénna si poowna menonou ang kawenduan taan ra'ica kiimna in tumawang, tambisa sia makua sia mengaupus si Amang Kasuruan?
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Toya-toyaangku, tioo kita ma- upus asaloke' am ba'ba' kuma'pa asaloke' a nunuwu', taan mayoo kita meupu-upusan ang karapi im pengaémaan wo lekep en até.
Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
Sa kita mengaupus in tou tanu siitu, ro'na kailekanta sapa- oka kita anio' menonou makiit im butul. Wo en atéta elur an dior i Amang Kasuruan.
sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Mandé ka'i en atéta mendam i meséa', taan si Amang Kasuruan e wangko' mai wo in atéta wo kailekan-Na em baya-waya.
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Poo-poow sé icaupusku, sa en atéta ra'ica mendam imeséa', kita tioo maindé' mangé rumuru a si Amang Kasuruan.
dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Wo sapake' em pangilekenta ai Sia, kéréanta oka, ampa'paan paémaanta waya em perénta-Na wo ka'i maéma' sapa si mengaarui in até-Na.
Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
Wo si anio' em perénta-Na: Kita musti maéman a si Toyaang-Na Yesus Kristus wo kita ka'i musti meupu-upusan tanu en aiperénta i Yesus Kristus ai cita.
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Si séi si makiit waya im perénta-Na, sia itu meesa wo si Amang Kasuruan wo si Amang Kasuruan ka'i meesa wo isia. Wo kailekantao si Amang Kasuruan menonou meesa wo icita, ampa'paan si Amang Kasuruan imééo i Roh-Na ai cita.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Poo-poow sé icaupusku, ra'ica toro percayan iow sé im pakasa in tou sé mangaku sa séra awéan Roh i Amang Kasuruan. Taan aweso taré ujin owo mio' séra wosama' ro'na kakailekan sa e Roh ai séra itu uli-ulit asi Amang Kasuruan owo. Ampa'paan kelian nabi ra'ica wutul imapaturu'o wo isumeraro ang kayo'baan anio'.
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
Uluren tana'i wosama' ro'na kakailekanta sapaoka e Roh itu Roh i Amang Kasuruan kuma'pa ra'ica: Si tou mangaku sa si Yesus Kristus maai ang kayo'baan mamuali tou, si tou itu makaanu i Roh asi Amang Kasuruan owo.
dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
Taan si tou ra'ica mangaku andumoro' si Yesus, sia ra'ica makaanu i Roh asi Amang Kasuruan owo. E roh asi tou itu roh i kaséké' i Kristus. Tantu liningao miow sapaoka e roh itu maai oka wo intarépé' sia ang kayo'baano anio'.
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
Toya-toyaangku, kamu itu asi Amang Kasuruan owo. Kamu icumalao sé nabi ra'ica wutul itu, ampa'paan e Roh ai camu itu eng kawasana en lébé wangko' mai wo si roh asi cayo'baan anio'.
Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
Sé nabi ra'ica wutul itu ang kayo'baan owo, ampa'paan ituo em pakua éra asaloke' andumoro' ing kayo'baan. Wo sé tou menonou ang kayo'baan sé ra'ica makatuus si Casuruan asaloke' mengalinga iséra.
Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.
Kami anio' asi Amang Kasuruan owo. Si tou makatuus si Amang Kasuruan, sia itu mengalinga cami. Taan en tou si ra'ica asi Amang Kasuruan owo, sia ra'ica mengalinga icami. Wo in taniitu ra'ica toro ipeputéta si Roh mawéé in sususuien wutul wo si roh mengasusui in sélé'kow.
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Poo-poow sé icaupusku, mayo kita meupu-upusan, ampa'paan en upus itu asi Amang Kasuruan owo. Wo si séike' e meupu-upusan, sia itu asi Amang Kasuruan owo wo katuusan-Na.
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
Taan si séi si ra'ica mengaupus, sia ra'ica makatuus si Amang Kasuruan ampa'paan si Amang Kasuruan ituo e makaanu in upus.
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Tana'i en upus aituru' i Amang Kasuruan ai cita: Ayutus-Nao si Toyaang-Na in esa ang kayo'baan anio', wosama' a si Toyaang-Na ituo kita makéré ing katouan.
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Si anioo en upus itu: Ra'ica icita si ririor imaupus si Amang Kasuruan, taan Siao si ririor mengaupus icita. Ampa'paan ituo ayutus-Na mai si Toyaang-Na wosama' eng kamesé-meséaanta kaampungan ampa'paan i Toyaang-Na itu.
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Poo-poow icaupusku, sa tanu siituo en upus i Amang Kasuruan ai cita, kita ka'i musti meupu-upusan angé.
Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Ra'ica wana tou mandé esake' en sumangkumo isumeré si Amang Kasuruan. Taan sa kita meupu-upusan, si Amang Kasuruan meesa wo icita wo en upus-Na lekep ang katouanta.
Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
Aiwééo i Amang Kasuruan e Roh-Na ai cita, wo in taniitu kakailekantao eng katouanta meesa wo si Amang Kasuruan wo Sia ka'i meesa wo icita.
Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
Wo sinéréo ami in esa wo sinairi ami sa si Amang imutuso si Toyaang-Na mai lumowir ing kayo'baan anio'.
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
Si séi e mangaku sa si Yesus itu Toyaang i Amang Kasuruan, si Amang Kasuruan kasake' meesa wo isia wo sia ka'i esa wo si Amang Kasuruan.
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Kita makatuuso wo mercayao in upus i Amang Kasuruan ai cita. Si Amang Kasuruan itu e makaanu in upus. Si séi si mengaupus sé tou walina, sia itu imeesa wo si Amang Kasuruan, wo si Amang Kasuruan ka'i meesa wo sia.
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
Wo in taniitu en upus itu malekep ang katouanta, wosama' kita ra'ica maindé' meta'up si Amang Kasuruan asi endo in akimen. Kita ra'ica oka maindé', ampa'paan eng katouanta ang kayo'baan anio' puté wo eng katouan i Apo' Yesus.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Sa kita awéan upus, kita ra'ica wana eng kaindé'an, ampa'paan en upus si lekep itu kuma'pu ing kaindé'an. Sé tou makapendam in indé', ampa'paan sia maanggap in owakna patus in ukumen. Anaé, si tou maindé' tanu siitu ra'ipé' mendam in upus i Amang Kasuruan si lekep itu.
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Kita mengaupus ampa'paan si Amang Kasuruan irumioro mengaupus cita.
Jikalau seorang berkata: ”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Sa awéan tou kumua, “Yaku mengaupus si Amang Kasuruan,” taan icasuutna si poowna, sia itu tumowoo. Ampa'paan si séike' si ra'ica mengaupus si poow pakasérénna, tantu ra'ica kawisa sia mengaupus si Amang Kasuruan si ra'ica kaséréanna.
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Wo si anioo em perénta si tinerimatao a si Amang Kasuruan: Si séike' e mengaupus si Amang Kasuruan, sia ka'i musti mengaupus sé poo-poowna.
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
Si séike' e maéman sapaoka si Yesus itu Kristus, sia toyaango i Amang Kasuruan. Wo en tou si mengaupus a si Amang, sia ka'i mengaupus sé tou i mamualio toya-toyaang-Na.
Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
Wo sa kita mengaupus si Amang Kasuruan wo le'tek maéma' im perénta-perénta-Na, en itu mamuali tuus kita ka'i mengaupus sé toyaang-Na.
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
Anaé, sa kita mengaupus si Amang Kasuruan, tantu émaanta em perénta-perénta-Na. Em perénta-perénta-Na itu sa émaanta ra'ica uter.
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
Kita anio' mamualio toya-toyaang i Amang Kasuruan, ampa'paan in itu kawooanta kumala si léwo' asi cayo'baan anio'. Wo kita muntung ampa'paan kita maéman a si Casuruan.
Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Si séi réén e makawoo kumala si léwo' ang kayo'baan anio'? Tantu si tou maéman sapaoka si Yesus itu Toyaang i Amang Kasuruan.
Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
Si Yesus Kristus imayo ang kayo'baan ang karapi in dano ipabaptis-Na wo in enda' im papaté-Na. Sia maai ra'ica ang karapi in danoke', taan ang karapi in dano wo in enda'. Wo e Roh i Casuruan in esa e méé kasairian sapaoka pakasa en itu wutul.
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
Wo awéan telu e mawéé ing kasairian sapaoka si Yesus itu Toyaang i Amang Kasuruan [an sorga: si Amang, Taar, wo Roh Le'nas. Wo sé telu itu méé kasairian meputé.
Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Wo awéan telu sairi ang kayo'baan]: Roh Le'nas, rano, wo enda'. Wo sé telu méé kasairian i meputé sapaoka si Yesus itu Toyaang i Amang Kasuruan.
Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
Kanaramen terimanta eng kasairian é tou, taan eng kasairiané' i Amang Kasuruan en lébé keterai wo ing kasairian é tou, anaé en lébé ro'na terimanta eng kasairian i Amang Kasuruan andumoro' i Toyaang-Na.
Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
Si séi si maéman a si Toyaang i Amang Kasuruan, sia itumerimao ing kasairian itu an aténa. Taan si séi e ra'ica maéman a si Amang Kasuruan, sia iméma'o si Amang Kasuruan kotowo ampa'paan sia ra'ica maéman ing kasairian i Amang Kasuruan andumoro' si Toyaang-Na itu.
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
Eng kasairian itu icumua in tana'i: Si Amang Kasuruan imééo mai ing katouan akar ing kauré-uré ai cita, wo eng katouan akar ing kauré-uré itu kéréanta ampa'paan maéman a si Toyaang-Na.
Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
Si séike' e makaanu si Toyaang i Amang Kasuruan, sia itu makaanu ing katouan akar ing kauré-uré. Taan si séike' ra'ica makaanu si Toyaang i Amang Kasuruan, sia itu ra'ica makaanu ing katouan akar ing kauré-uré.
Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Aipaticku waya en itu ai camu sé maéman a si Toyaang i Amang Kasuruan, wosama' kakailekan iow sa kinéréano miow eng katouan akar ing kauré-uré.
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.
Wo kita ra'ica maindé' meta'up wo Sia, ampa'paan sa kita sumombayang kumiit ing kasalé'an-Na, percayanta lingan-Na oka sapa em pangilekenta.
Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.
Wo sa kailekanta sapaoka pinalinga-Nao em pinangilekta, émanenta ka'i sapaoka pakasa sé pinangilekta kinéréantao.
Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
Sa awéan tou isuméré si poowna mengaéma' ing kamesé-meséaan, wo eng kamesé-meséaan itu ra'ica imakawali si poowna itu am papaté, si tou isuméré in itu musti sumombayang angé a si Amang Kasuruan wosama' si poow itu wéan-Na katouan akar ing kauré-uré. Taan awéan kamesé-meséaan imakawali si tou am papaté. Wo andumoro' si tou mengaéma' ing kamesé-meséaan tanu siitu, ra'ica icuaku sapaoka kita musti sumombayang torona i tou itu.
Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
Pakasa eng kaléwo-léwo'an itu kamesé-meséaan, taan awéan kamesé-meséaan si ra'ica imakawali sé tou am papaté.
Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
Kailekanta sa pakasa in tou sé imamualio toya-toyaang i Amang Kasuruan, séra ra'io ka'i mengéma-ngéma' ing kamesé-meséaan, ampa'paan séra pakaloindongen i Toyaang i Amang Kasuruan. Wo taniitu si kikiiten é sétang ra'ica makawoo méma' sapa-sapa ai séra.
Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
Kailekanta sa kita anio' asi Amang Kasuruan owo, wo pakasa sé ang kayo'baan anio' pakakawasaan i kikiiten é sétang.
Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
Kailekanta ka'i sa si Toyaang i Amang Kasuruan imayo wo mééo ing kakailekan ai cita wosama' katuusanta si Amang Kasuruan si Wutul. Wo kita menonou meesao wo si Amang Kasuruan si Wutul itu, ampa'paan kita esa wo si Toyaang-Na Yesus Kristus. Si Yesus itu Kasuruan si Wutul wo Siake' e méma' sé tou ro'na menonou akar ing kauré-uré.
Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Toya-toyaang sé icaupusku, kamu musti mareti-reti, oréoka kamu maapo' a sé opo-opo'.